Bontang – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kota Bontang masih tersisa sekitar Rp2 trilliun.
Hal itu pun menyita perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia mengatakan sampai saat ini, realisasi serapan anggaran masih sangat kecil.
“Kami sudah melakukan koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kota Bontang, untuk mendesak OPD,” jelasnya, Senin (21/10/24).
Menurutnya, OPD harus segera melakukan resapan anggaran secara maksimal. Namun, dirinya mengingatkan agar OPD bisa menjalankan program berdasarkan kebutuhan dari masyarakat.
Nantinya, pihaknya akan merencanakan rapat kerja bersama seluruh OPD dan meminta pembuatan program terencana, sehingga APBD tersebut bisa tersalurkan dengan baik.
“Segera kami lakukan evaluasi dan monitoring pos-pos anggaran yang sudah digunakan dan dan yang belum,” imbuhnya.
Bagi OPD yang bekerja sama dan berkontrak dengan pihak ketiga, Andi Faiz imbau untuk menekan penyelesaian pekerjaan tepat waktu.
Politisi Partai Golkar itu tidak ingin ada banyak keterlambatan proyek yang terjadi seperti tahun sebelumnya. Sebab, imbasnya serapan anggaran akan SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran).
Dirinya berharap, pemanfaatan anggaran bisa lebih banyak berasal dari aspirasi masyakat, sehingga masyarakat Bontang bisa merasakan peran pemerintah secara masif.
“Semoga semua serapan anggaran bisa lebih banyak dari aspirasi masyarakat, dan tidak ada keterlambatan proyek lagi,” tandasnya. (Adv)

