Selisik.id – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI Tahun 2026 di Kota Bontang menjadi fenomena menarik. Sejumlah sekolah swasta berhasil mendominasi daftar peringkat tertinggi, baik berdasarkan nilai gabungan maupun capaian pada mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan data yang dihimpun, SD YPVDP menempati posisi pertama dengan nilai rata-rata gabungan sebesar 69,41. Posisi tersebut diikuti SDS IT Cahaya Fikri dengan skor 69,20 dan SD IT Asy Syaamil yang memperoleh nilai 68,13.
Dominasi sekolah swasta juga terlihat pada capaian per mata pelajaran. SDS IT Cahaya Fikri mencatat nilai rata-rata Matematika tertinggi sebesar 63,71. Sementara itu, SD IT Asy Syaamil menjadi yang terbaik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan nilai rata-rata mencapai 78,22.
Capaian tersebut memunculkan berbagai analisis mengenai faktor yang berkontribusi terhadap tingginya prestasi sekolah swasta. Salah satu yang menjadi perhatian adalah jumlah siswa dalam satu kelas yang umumnya lebih sedikit dibandingkan sekolah negeri.
Dengan jumlah peserta didik yang lebih terbatas, proses pembelajaran dinilai memungkinkan guru memberikan perhatian dan pendampingan yang lebih intens kepada setiap siswa.
Kondisi tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan pemahaman materi sekaligus mempercepat identifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, tidak menampik kemungkinan adanya pengaruh dari rasio jumlah siswa terhadap hasil belajar.
“Bisa terjadi,” katanya singkat saat dimintai tanggapan mengenai dugaan bahwa jumlah siswa yang lebih sedikit berkontribusi terhadap tingginya capaian akademik sekolah swasta beberapa waktu lalu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesimpulan tersebut belum bisa dijadikan satu-satunya faktor penentu. Pemerintah daerah masih perlu melakukan kajian lebih mendalam untuk melihat berbagai variabel lain yang turut memengaruhi hasil TKA.
Menurutnya, kualitas guru, dukungan orang tua, budaya belajar di sekolah, hingga sistem pengelolaan pendidikan juga menjadi aspek yang perlu dianalisis.
“Jadi kita belum bisa menarik kesimpulan mengenai faktor utama di balik dominasi sekolah swasta dalam TKA tahun ini,” tandasnya.

