Selisik.id – Mekanisme tiga pilihan sekolah dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi faktor penting yang memengaruhi peluang diterimanya calon siswa pada tahap kedua.
Pada tahap ini, selain nilai akademik, para peserta diberikan kesempatan memilih hingga tiga sekolah tujuan. Apabila peserta tidak berhasil masuk dalam kuota sekolah pilihan pertama, sistem akan secara otomatis mengalihkan ke pilihan berikutnya tanpa perlu melakukan pendaftaran ulang.
Humas Panitia SPMB SMP Negeri 1 Bontang, Hermi, menjelaskan bahwa mekanisme tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta dalam memperoleh kursi di sekolah negeri.
Menurutnya, perpindahan otomatis akan terjadi ketika nilai peserta tidak lagi mampu bertahan di dalam kuota akibat adanya pendaftar lain dengan nilai yang lebih tinggi.
“Karena jumlah pendaftar sudah melampaui kuota, nanti nilai terendah dipastikan akan tergeser ke pilihan sekolah berikutnya,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Hal ini mulai terlihat pada sejumlah sekolah negeri favorit yang jumlah pendaftarnya telah melampaui kapasitas. Di SMP Negeri 1 Bontang misalnya, jumlah pendaftar jalur prestasi akademik sudah melebihi kuota 131 kursi yang tersedia.
Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 8 Bontang. Dari 28 kursi yang disiapkan, jumlah peminat pada pilihan pertama sudah mencapai 55 orang.
Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 8 Bontang, Teguh, mengatakan bahwa peserta harus terus memantau perkembangan peringkat selama proses seleksi berlangsung.
“Jumlah peminat pada pilihan pertama sudah 55 orang. Otomatis ada yang akan tersisih dalam proses seleksi,” ungkapnya.
Dengan persaingan yang masih berlangsung hingga penutupan pendaftaran, perubahan posisi peserta diperkirakan akan terus terjadi.
”Jadi harus sering dipantau agar calon siswa mengetahui peluang mereka untuk diterima di sekolah mana,” bebernya.

