Selisik.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan seluruh formasi dalam rekrutmen guru pengganti tahun 2026 tetap terpenuhi, meskipun jumlah pelamar di setiap bidang studi berbeda cukup signifikan. Seluruh kebutuhan guru untuk jenjang SD maupun SMP telah mendapat pendaftar sesuai kuota yang dibutuhkan.
Salah satu formasi dengan peminat paling sedikit adalah mata pelajaran Seni Budaya. Namun, Disdikbud menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi kendala karena jumlah pelamar masih melebihi kebutuhan yang tersedia, sehingga proses seleksi tetap berjalan kompetitif dan memberikan cukup pilihan bagi tim penilai untuk menentukan kandidat terbaik.
Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Kisto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap seluruh formasi yang dibuka dalam rekrutmen guru pengganti tahun ini. Hasilnya, tidak ada satu pun posisi yang kekurangan pelamar.
“Kalau berdasarkan kami cek, semua formasi yang kami butuhkan itu ada pendaftarnya dan kuotanya tercukupi. Jadi tidak ada formasi yang kosong atau tidak diminati sama sekali,” ujar Kisto, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, formasi Seni Budaya memang menjadi bidang dengan jumlah pelamar paling sedikit dibandingkan formasi lainnya. Namun, angka tersebut masih tergolong aman karena tetap melampaui jumlah kebutuhan yang tersedia.
“Yang paling sedikit memang Seni Budaya. Kuotanya kami buka dua orang, sedangkan pendaftarnya kalau tidak salah ada tujuh orang. Jadi secara persaingan masih ada, rata-ratanya sekitar satu posisi diperebutkan empat orang pelamar,” jelasnya.
Menurut Kisto, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga pendidik untuk seluruh mata pelajaran masih mendapat respons positif dari masyarakat. Meski beberapa bidang lebih diminati dibandingkan yang lain, secara keseluruhan distribusi pelamar dinilai cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan sekolah-sekolah yang saat ini mengalami kekurangan guru.
Di sisi lain, sejumlah formasi seperti guru kelas dan beberapa mata pelajaran inti justru mencatat jumlah pelamar yang jauh lebih tinggi. Tingginya minat tersebut membuat tingkat persaingan menjadi lebih ketat, terutama pada posisi yang selama ini dianggap memiliki peluang penempatan lebih banyak di sekolah-sekolah negeri.
“Artinya semua kebutuhan yang direncanakan dapat terakomodasi. Setelah proses seleksi selesai, sekolah-sekolah yang membutuhkan guru pengganti bisa segera mendapatkan tenaga pendidik sesuai bidangnya masing-masing,” kata Kisto.
Ia menambahkan, keberadaan guru pengganti memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan. Oleh karena itu, Disdikbud berupaya memastikan setiap formasi terisi oleh peserta yang benar-benar memenuhi kualifikasi dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan sekolah.
“Kami optimistis kebutuhan guru tahun ajaran mendatang dapat terpenuhi,” tandasnya.

