Guru di Lapangan Hijau, Disdikbud Bontang Tunjukkan Semangat Kebersamaan di Operda Cup 2025

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menampilkan semangat baru dalam dunia olahraga dengan turut ambil bagian pada Turnamen Sepak Bola Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Operda Cup 2025. Tak hanya menjadi ajang kompetisi, keikutsertaan Disdikbud juga menjadi wadah memperlihatkan semangat para guru yang aktif dan berprestasi di luar ruang kelas.

Pelatih tim Disdikbud, Abdul Wahid, menyebut para pemain didominasi oleh guru, terutama guru olahraga. Meski memiliki jadwal mengajar yang padat, mereka tetap meluangkan waktu untuk berlatih dan mempersiapkan diri selama tiga bulan terakhir.

BACA JUGA:  Audit Standarisasi LPKRA Jadi Tahap Penting SDN 002 Bontang Selatan Menuju Akreditasi Perlindungan Anak

“Rata-rata pemain kami adalah guru. Kami akan tampil semangat demi menjaga nama baik Disdikbud,” ujarnya, Kamis (16/10/2025) sore.

Ia menuturkan, intensitas latihan meningkat menjelang turnamen, namun hanya pada hari Sabtu seluruh pemain bisa berkumpul lengkap. Kendati demikian, semangat mereka tidak surut. Wahid berharap Operda Cup bisa digelar secara rutin setiap tahun, agar kebersamaan antarpegawai pemerintah semakin erat.

BACA JUGA:  SMPN 7 Bontang Kebagian 137 Tablet, Dukung Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, turut memberikan dukungan penuh bagi timnya. Menurutnya, ajang yang dipusatkan di Stadion Bessai Berinta itu memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi olahraga.

“Menurut saya ini sangat positif, karena bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang silaturahmi bagi seluruh perangkat daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan adalah nilai utama dari kegiatan ini. Dalam pandangannya, Operda Cup menjadi sarana mempererat hubungan antarinstansi sekaligus menumbuhkan budaya sportivitas di lingkungan kerja.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Dorong Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah PAUD di Era Digital

“Marwahnya adalah menjaga kekompakan antarinstansi. Tapi kata kuncinya itu adalah silaturahmi, meskipun pada akhirnya pasti ada yang juara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abdu Safa juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai fair play. Ia berharap setiap tim bisa bermain dengan menjunjung sportivitas tanpa mengedepankan emosi.

Share This Article