Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) terus berinovasi dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor pembangunan daerah. Tahun ini, fokus pembinaan diarahkan pada dua hal utama: transformasi digital dan penguatan kesetaraan gender sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
Kepala Bidang Pemuda Dispopar Bontang, Idhamsyah, menjelaskan bahwa IPP merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembinaan generasi muda di daerah. Karena itu, seluruh program yang dijalankan difokuskan untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan indeks tersebut.
“Fokus kita saat ini bagaimana IPP bisa meningkat. Semua basis kerja diarahkan ke situ,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Dalam mendukung target tersebut, Dispopar telah menyiapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Pemuda, yang menjadi panduan strategis dalam pelaksanaan kegiatan kepemudaan. Salah satu fokus dalam RAD adalah memperkuat partisipasi perempuan di ruang-ruang publik dan organisasi kepemudaan.
Idhamsyah menilai, peran gender masih menjadi tantangan dalam pembinaan pemuda. Keterlibatan perempuan dalam organisasi maupun posisi kepemimpinan masih tergolong rendah.
“Kita belum banyak melihat perempuan yang aktif menjadi pemimpin atau penggerak di organisasi kepemudaan. Masih sedikit yang berani tampil dan memotivasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan, hanya berbeda dari segi kodrat. Kesetaraan itu, kata dia, perlu terus dikuatkan agar setiap individu, tanpa memandang gender, bisa berkembang secara seimbang.
“Antara laki-laki dan perempuan itu sama, yang membedakan hanya kodrat,” ujarnya.
Selain kesetaraan gender, transformasi digital juga menjadi fokus utama pembinaan pemuda. Dispopar Bontang kini mengintegrasikan teknologi dalam setiap kegiatan kepemudaan, mulai dari sistem pendaftaran hingga pengelolaan data berbasis aplikasi.
“Setiap kegiatan kami, baik pelatihan maupun seminar, seluruh prosesnya sudah dilakukan secara digital,” jelas Idhamsyah.
Langkah ini disebut sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman sekaligus dorongan agar pemuda Bontang menjadi agen perubahan yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi.
“Kalau tidak kita bekali dengan kemampuan dan inovasi sejak sekarang, maka generasi muda kita tidak akan siap menghadapi 2045,” tegasnya.
Selain itu, Dispopar juga bakal melaksanakan sejumlah kegiatan bertema pemberdayaan perempuan, seperti Seminar Perempuan Hebat dan Mental Health untuk Perempuan, yang menghadirkan narasumber perempuan inspiratif.
“Harapannya, perempuan Bontang semakin percaya diri, aktif di organisasi, dan berperan nyata di masyarakat,” pungkasnya.

