Bontang – Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di TK Yayasan Pendidikan Pembinaan Islam (YPPI) Bontang hilang diduga dicuri saat sekolah libur akhir pekan. Enam unit kipas angin dan satu speaker yang merupakan aset sekolah raib dari ruang penyimpanan sementara di kompleks YPPI, Jalan WR Supratman, Kelurahan Tanjung Laut.
Peralatan tersebut sebelumnya dipindahkan ke salah satu ruang kelas SD YPPI karena ruang belajar TK sedang menjalani renovasi. Namun, saat aktivitas sekolah kembali berlangsung pada Senin (6/7/2026), seluruh barang itu sudah tidak ditemukan.
Guru TK YPPI Bontang, Herlita, mengatakan barang-barang tersebut terakhir kali dipastikan masih berada di lokasi pada Jumat (3/7/2026).
“Jumat kemarin masih ada. Pas Senin kami cek, barang-barangnya sudah hilang,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Pemeriksaan di sekitar lokasi penyimpanan menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan aksi pencurian. Salah satu jendela ruang kelas yang sebelumnya ditutup menggunakan papan tripleks diketahui dalam kondisi jebol. Di bawah jendela juga terdapat sebuah batu yang diduga digunakan sebagai pijakan untuk masuk ke dalam ruangan.
Selain itu, terdapat celah pada pagar bagian belakang sekolah yang dinilai memungkinkan seseorang memasuki area sekolah tanpa melalui akses utama.
“Kami curiga maling ini masuk melalui bagian belakang sekolah. Karena terdapat celah pada pagar yang rusak, sehingga memungkinkan orang masuk ke area sekolah,” kata Herlita.
Menurutnya, situasi sekolah saat akhir pekan turut membuat kondisi lokasi sepi. Penjaga sekolah sedang sakit, sementara para pekerja yang melakukan renovasi tidak berada di lokasi. Di sisi lain, kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar ruang penyimpanan juga sedang tidak berfungsi.
Barang yang hilang merupakan aset yang dibeli menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada tahun anggaran sebelumnya. Kipas angin digunakan untuk mendukung kenyamanan siswa selama proses belajar, sedangkan speaker dipakai dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Akibat kejadian tersebut, sekolah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5,4 juta.
“Dibeli pakai anggaran BOSP tahun lalu. Jadinya sekarang kami tidak punya lagi,” tuturnya.
Pihak sekolah mengaku sebelumnya telah merencanakan penambahan sekaligus perbaikan kamera pengawas di lingkungan sekolah. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
Yayasan juga berencana melaporkan dugaan pencurian itu kepada kepolisian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Sembari menunggu proses pelaporan, pihak sekolah berharap masyarakat memberikan informasi apabila menemukan orang yang menawarkan enam unit kipas angin dan satu speaker dengan ciri yang sama.
“Kami akan lapor segera,” pungkas Herlita.

