Bontang – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik menyoroti angka prevalensi stunting di Kota Bontang, yang mengalami kenaikan hingga 27,4 persen pada 2023.
Akmal Malik mengatakan Kota Bontang mengalami kenaikan angka stunting 6,4 persen dibandingkan 2022. Tercatat dalam hasil SKI, pada 2022 stunting di Bontang berada di angka 21 persen. Lalu, pada 2023 menjadi 27,4 persen.
“Maka kami pemerintah provinsi memberikan semacam penghargaan ke Kota Bontang sebagai kenaikan prevalensi tertinggi,” ujarnya saat menghadiri Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di Kota Bontang, Kamis (25/7/2024).
Menurut Akmal, penghargaan yang diberikan sebagai alarm pengingat bagi Pemkot Bontang, untuk serius menangani stunting. Akmal juga meminta pemkot untuk menyiapkan data pendampingan yang kuat, sebagai pembanding dari data yang dikeluarkan SKI.
“Tolong kepada pak wali, berkaca dari penambahan stunting yang paling tinggi di Kaltim, jadi pergunakan APBD yang ada untuk program-program yang efektif untuk penurunan stunting secara konsisten,” tegasnya.
Akmal juga mengimbau Pemkot Bontang untuk membangkitkan posyandu di setiap kelurahan, dengan pemberian PTM dan vitamin. Kemudian, pemberian edukasi kepada calon pengantin (catin), mengenai pola asuh anak dan ilmu mengenai makanan yang baik untuk anak.

