Isu Mental Health Disorot, Dispopar Bontang Latih 65 Pemuda Kelola Tekanan Sosial

selisik
3 Min Read

Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai menaruh perhatian serius terhadap isu kesehatan mental generasi muda. Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar), kegiatan Pelatihan Mental Health digelar untuk pertama kalinya di Hotel Bintang Sintuk, Selasa (4/11/2025).

Sebanyak 65 pemuda dan pemudi dari berbagai kelurahan antusias mengikuti kegiatan yang menghadirkan sejumlah narasumber profesional, termasuk Rani Murni, Konselor Nasional berpengalaman di bidang kesehatan mental.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya, Anwar menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh dan produktif.

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Tampilkan Pesona Batik Lokal di BCC 2025

“Tidak hanya kesehatan fisik yang penting, kesehatan mental juga harus dijaga. Mental yang kuat dan sehat akan melahirkan tindakan yang bijak,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda dalam mengelola tekanan sosial, stres, dan emosi secara positif. “Kami ingin Bontang menjadi kota yang peduli dan ramah terhadap kesehatan mental—tempat di mana setiap orang dapat tumbuh dan berkembang dengan bahagia, aman, dan saling mendukung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dispopar Bontang, Idhamsyah, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kali pertama pihaknya mengangkat tema kesehatan mental. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus tekanan psikologis dan gangguan mental di kalangan remaja.

BACA JUGA:  Peserta Pelatihan Barbershop Dispopar Bontang Dapat Modal Usaha Satu Set Alat Cukur

“Pembelajaran hari ini sangat luar biasa. Kami berharap adik-adik peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar menjadi generasi yang lebih kuat secara mental,” tuturnya.

Menurut Idhamsyah, pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial. Peserta didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya, membangun komunitas pemuda yang sehat secara mental dan emosional.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan tentang pengenalan, pencegahan, dan penanganan awal gangguan kesehatan mental di lingkungan sosial. Mereka juga diajak untuk memahami pentingnya ketahanan diri dan karakter positif dalam menghadapi tekanan hidup.

BACA JUGA:  Festival Karaoke Dangdut 2025 Perkuat Ruang Ekspresi Musisi dan UMKM Lokal Bontang

Melalui program ini, Dispopar Bontang berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

“Kami ingin pemuda Bontang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan emosional,” pungkasnya.

Share This Article