Selisik.id – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI Tahun 2026 menunjukkan masih adanya kesenjangan capaian akademik antar sekolah di Kota Bontang. Perbedaan nilai yang cukup jauh antara kelompok sekolah dengan peringkat atas dan bawah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Data TKA memperlihatkan sejumlah sekolah mampu mencatatkan nilai rata-rata mendekati angka 70. Namun di sisi lain, masih terdapat sekolah yang memperoleh nilai jauh di bawah capaian tersebut.
Berdasarkan hasil yang dirilis, SD Nurul Iman berada pada posisi terbawah dengan nilai gabungan 38,13. Sementara itu, MIS DDI memperoleh skor 44,56 dan SD YPPI mencatat nilai 45,88.
Perbedaan capaian tersebut menjadi indikator bahwa masih terdapat tantangan dalam pemerataan kualitas pendidikan dasar. Karena itu, Disdikbud Bontang berkomitmen melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum menentukan langkah perbaikan yang akan diterapkan.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan angka hasil tes.
Menurutnya, pemerintah daerah akan melakukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan nilai tersebut.
“Ini merupakan yang pertama, maka akan menjadi perhatian yang serius bagi kami menyikapi persoalan ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terutama proses belajar mengajar,” tegasnya beberapa waktu lalu.
Menurut Saparuddin, terdapat banyak variabel yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa. Selain kompetensi guru dan metode pembelajaran yang digunakan di kelas, faktor lingkungan sekolah serta dukungan keluarga juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap capaian akademik peserta didik.
Oleh sebab itu, evaluasi yang akan dilakukan tidak hanya menyasar proses belajar mengajar, tetapi juga menelaah kondisi yang melingkupi setiap sekolah. Hasil analisis tersebut nantinya menjadi dasar dalam merumuskan program pendampingan dan pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Ia berharap langkah evaluasi ini mampu menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah yang masih tertinggal. Dengan demikian, kesenjangan capaian akademik antarsekolah dapat ditekan dan seluruh peserta didik di Kota Bontang.
“Jadi semua punya kesempatan yang sama untuk meraih hasil belajar yang optimal,” tandasnya.

