BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan persoalan biaya tidak lagi menjadi alasan anak usia dini tidak mengenyam pendidikan di lembaga PAUD. Berbagai bentuk dukungan pembiayaan telah disiapkan agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari pemerintah pusat yang dipadukan dengan Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan Daerah (BOSPD) dari Pemerintah Kota Bontang. Kedua skema pendanaan itu dimanfaatkan untuk menunjang operasional lembaga PAUD sehingga beban biaya yang harus ditanggung orang tua dapat ditekan.
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Miftachul Choir, menjelaskan bahwa Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) PAUD diberikan sebesar Rp630.000 per anak per tahun, sedangkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Daerah (BOSPD) dialokasikan sebesar Rp500.000 per anak per tahun.
“Untuk penyaluran BOSP dan BOSPD dilakukan dalam dua tahap atau setiap enam bulan sekali. Tahap pertama dicairkan pada awal tahun anggaran, sedangkan tahap kedua disalurkan pada awal tahun ajaran baru,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Selain itu pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik yang membutuhkan. Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan seluruh anak, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetap dapat mengikuti pendidikan usia dini.
Menurut Mifta, pemerataan akses pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lembaga, tetapi juga kemampuan masyarakat menjangkaunya secara ekonomi. Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan kebijakan agar layanan PAUD semakin terjangkau tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
“Dukungan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan angka partisipasi PAUD di Kota Bontang. Dengan semakin ringan beban yang ditanggung orang tua, pemerintah berharap semakin banyak anak usia 5–6 tahun yang memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah,” timpalnya.
Melalui sinergi pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah, Disdikbud optimistis tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena kendala biaya. Fokus pemerintah kini tidak hanya membangun kualitas layanan, tetapi juga memastikan seluruh anak dapat mengaksesnya secara merata.
“Harapan Kami semoga biaya bukan lagi menjadi penghalang anak tidak mengikuti pendidikan PAUD. Apalagi kita sudah sediakan akses yang semakin mudah dan biaya yang semakin terjangkau, diharapkan kualitas sumber daya manusia Kota Bontang dapat dibangun sejak masa emas pertumbuhan anak,” tutup Mifta.

