PAUD Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting, Disdikbud Bontang Perkuat Kolaborasi Lewat Program GEMES

selisik
4 Min Read

Selisik.id – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia dini dengan melibatkan satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai ujung tombak pemantauan tumbuh kembang anak.

Melalui inovasi Gerakan Mencegah Stunting (GEMES), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membangun kolaborasi lintas sektor agar intervensi terhadap anak dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Disdikbud Bontang, Miftachul Choir, mengatakan, program GEMES dikembangkan sebagai bagian dari lima inovasi strategis Disdikbud yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak masa emas pertumbuhan anak. Melalui program ini, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik, memberikan edukasi kepada orang tua, serta mendukung berbagai program pemerintah dalam menekan prevalensi stunting di Kota Bontang.

“Program ini hadir agar satuan PAUD tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak sejak usia dini. Dengan begitu, potensi stunting bisa dideteksi lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Program Klinik IKON Jadi Ruang Belajar Guru, Disdikbud Bontang Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Adapun, pelaksanaan GEMES melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, Dinas Kesehatan, DP3AKB, Bunda PAUD tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan pertumbuhan anak secara berkala, edukasi pola asuh, pemantauan status gizi, hingga pemberian rekomendasi tindak lanjut apabila ditemukan anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu perlu kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan anak,”timpalnya

Mifta juga menjelaskan di lingkungan PAUD, guru memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini terhadap kondisi fisik peserta didik. Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan anak sesuai usianya.

BACA JUGA:  Berebut 66 Formasi, 124 Calon Guru Pengganti Bontang Jalani Tes Micro Teaching

Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi sekolah dan tenaga kesehatan dalam menentukan langkah intervensi apabila ditemukan indikasi stunting maupun masalah gizi lainnya.

Selain pemantauan pertumbuhan, GEMES juga mendorong satuan PAUD memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang kepada orang tua. Sekolah didorong menyelenggarakan kegiatan parenting secara berkala agar keluarga memahami kebutuhan nutrisi anak, pola makan sehat, hingga pentingnya membawa anak ke posyandu untuk memantau pertumbuhan secara rutin.

“Ini juga penting karena keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga keterlibatan keluarga,” terang Mifta.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak, sekolah juga memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, seperti Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Bantuan Operasional Sekolah Pemerintah Daerah (BOSPD), maupun partisipasi masyarakat untuk menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Menu yang diberikan disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan sehingga kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi selama mengikuti kegiatan belajar.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Ingatkan Guru Pengganti Bukan Berstatus ASN

Melalui GEMES, Disdikbud Bontang menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pihak. Dengan mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, dan peran keluarga, pemerintah berharap setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kota Bontang dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Harapan kami, melalui GEMES seluruh anak di Kota Bontang dapat tumbuh sehat, memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, dan menjadi generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutup Mifta.

TAGGED:
Share This Article