30 Peserta Absen Tes Tertulis, Seleksi Guru Pengganti Bontang Sisakan 124 Kandidat ke Tahap Microteaching

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Proses seleksi guru pengganti yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus berlanjut. Setelah melewati tahapan tes tertulis yang dilaksanakan di SMP Vidatra Bontang, jumlah peserta yang berhak melaju ke tahap berikutnya menyusut cukup signifikan.

Dari total 314 peserta yang sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan dijadwalkan mengikuti ujian tertulis, sebanyak 30 orang tercatat tidak hadir saat pelaksanaan tes. Ketidakhadiran tersebut membuat para peserta tersebut otomatis dinyatakan gugur dan tidak dapat melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.

Panitia seleksi menerapkan aturan yang tegas terhadap seluruh peserta. Mereka yang tidak mengikuti tes tertulis tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan langsung kehilangan kesempatan untuk bersaing memperebutkan formasi guru pengganti yang tersedia tahun ini.

BACA JUGA:  Lulusan SKB Bontang Tembus ITK hingga Jadi TNI, Pendidikan Kesetaraan Buktikan Daya Saing

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Kisto, menjelaskan bahwa absennya puluhan peserta membuat jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis berkurang menjadi 284 orang.

“Cuma memang dari kuota kemarin 314 yang harusnya mengikuti ujian, ada 30 orang yang tidak hadir. Gagal dong, otomatis gagal karena tidak mengikuti,” ujar Kisto saat ditemui usai pelaksanaan seleksi, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, tes tertulis menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan guru pengganti. Melalui tahapan ini, panitia dapat mengukur kemampuan dasar para peserta sebelum memasuki tahap praktik mengajar.

Dari hasil penilaian tes tertulis tersebut, panitia kemudian melakukan penyaringan kembali. Hasilnya, hanya 124 peserta yang berhasil memperoleh nilai sesuai standar dan berhak melanjutkan ke tahap microteaching atau simulasi mengajar.

BACA JUGA:  Pemkot Bontang Siapkan Rekrutmen 127 Tenaga Pendidik untuk Perkuat Layanan Pendidikan

“Jadi makanya sisa 284 yang mengikuti tes tertulis. Nah, 284 setelah diseleksi, sisa 124 yang hari ini kita lakukan microteaching,” terang Kisto.

Tahap microteaching menjadi salah satu tahapan yang cukup menentukan dalam seleksi guru pengganti. Pada tahapan ini, peserta diminta menunjukkan kemampuan mengajar secara langsung di hadapan tim penilai. Aspek yang dinilai meliputi penguasaan materi, metode pembelajaran, komunikasi dengan siswa, hingga kemampuan mengelola kelas.

Kisto mengatakan, jumlah peserta yang lolos ke tahap microteaching hampir setengah dari total peserta yang mengikuti tes tertulis. Hal tersebut menunjukkan bahwa persaingan dalam seleksi guru pengganti tahun ini berlangsung cukup ketat.

Para peserta yang telah lolos pun kini harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tahapan praktik mengajar. Sebab, hasil microteaching akan menjadi salah satu penentu utama dalam menetapkan peserta yang dinyatakan lolos sebagai guru pengganti.

BACA JUGA:  Transportasi Laut Disiapkan untuk Dukung Pendidikan Pesisir Bontang di 2026

“Nanti endingnya 66,” kata Kisto.

Artinya, dari 124 peserta yang saat ini mengikuti microteaching, hanya 66 orang yang nantinya akan ditetapkan sebagai guru pengganti dan ditempatkan di sekolah-sekolah sesuai kebutuhan Disdikbud Bontang.

Dengan jumlah peserta yang semakin sedikit, persaingan menuju tahap akhir akan semakin ketat. Disdikbud Bontang berharap seleksi ini menghasilkan guru yang kompeten dan siap mendukung proses belajar mengajar selama masa penugasan.

TAGGED:
Share This Article