Kematian Bayi 6 Bulan di Kukar Tuai Sorotan, Ketua DPRD Desak Investigasi Total Puskesmas Batuah

selisik
2 Min Read

Kutai Kartanegara – Kematian tragis seorang bayi berusia enam bulan asal Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, memicu sorotan serius terhadap layanan kesehatan di wilayah Kutai Kartanegara. Bayi tersebut meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, setelah sebelumnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Batuah.

Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah ada kelalaian dalam sistem pelayanan kesehatan. Dugaan ketidaksiapan fasilitas medis, seperti tabung oksigen yang kosong dan tidak adanya sopir ambulans saat kondisi darurat, menjadi fokus perhatian.

BACA JUGA:  Pelaku Pembuang Bayi di Sangatta Utara Ditangkap

“Saya sangat prihatin. Jika benar pengelolaan pelayanan di puskesmas tidak sesuai SOP, ini sangat mengecewakan dan tidak bisa dibiarkan,” ujar Ahmad Yani di Tenggarong, Jumat (20/2/2026).

Menurut Yani, kesalahan dalam penerapan prosedur medis merupakan masalah serius yang tidak boleh ditoleransi. DPRD Kukar berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait ketersediaan alat kesehatan, kompetensi tenaga medis, serta penerapan sistem pelayanan di Puskesmas Batuah.

BACA JUGA:  Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditinggalkan di Teras Rumah Kosong di Kutim

“Bahkan itu mengecewakan karena mungkin ya itu pasti peralatannya yang medisnya itu dan seterusnya itu banyak kesalahan dan keliruan. Sehingga perlu diinvestigasi sebenarnya,” kata Yani.

Politisi tersebut menekankan bahwa pihak legislatif akan membentuk tim untuk menelusuri fakta di lapangan, memastikan bahwa pelayanan kesehatan di Kukar memenuhi standar dan tidak memakan korban.

“Kami dari DPRD juga akan melakukan investigasi mandiri atas kejadian ini. Pelayanan kesehatan di puskesmas atau tempat lainnya di Kukar tidak boleh lagi mengecewakan masyarakat hingga memakan korban,” tegas Ahmad Yani.

BACA JUGA:  Kepala Bayi Putus saat Persalinan, Polisi Selidiki Dugaan Malapraktik

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti meninggalnya bayi tersebut. Kasus ini menjadi perhatian warga Kukar yang menuntut transparansi dari manajemen Puskesmas Batuah maupun Dinas Kesehatan.

Share This Article