BACA JUGA:  Pj Gubernur Harap Partisipasi Pemilih Kaltim Capai 79 Persen

Jumlah Petugas KPPS Samarinda Keracunan Nasi Kotak Capai 70 Orang

Samarinda – Kasus dugaan keracunan makanan dari nasi kotak seusai pelantikan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), kini ditangani langsung oleh KPU Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Berdasarkan data sementara, sebanyak 70 petugas KPPS mengalami keracunan makanan dari nasi kotak.

Merespons mencuatnya kasus dugaan petugas KPPS yang keracunan makanan seusai menyantap nasi kotak saat pelantikan, KPU Kota Samarinda pun langsung turun tangan untuk mengusut kasus itu.

Salah satu komisioner KPU Kota Samarinda, Dwi Haryono mengatakan, KPU Kota Samarinda merespons cepat terkait kasus puluhan petugas KPPS yang mengalami gangguan kesehatan setelah pelantikan petugas KPPS pada Kamis (25/1/2024) lalu.

BACA JUGA:  Langgar Etik, Anwar Usman Dicopot dan Dilarang Pimpin MK Lagi

Dari hasil keterangan tim medis yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para petugas KPPS yang mengalami gejala diare, demam, hingga muntah-muntah, diduga kuat disebabkan akibat keracunan makanan.

“Kemudian hasil dari informasi pasien atau korban, itu akibat dari makanan yang mengandung racun,” ungkap Dwi kepada Beritasatu.com saat ditemui di Puskesmas Sambutan, Selasa (30/1/2024) pagi.

Menurut Dwi, berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan oleh pihak KPPS, tercatat 70 petugas KPPS yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan gejala yang serupa. Namun, dari total 70 petugas KPPS itu, tak semuanya melapor ke puskesmas atau pun ke rumah sakit, karena ada beberapa di antaranya yang hanya melakukan perawatan mandiri di rumah masing-masing.

BACA JUGA:  KPU Siap Beri Jawaban soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

“Karena korbannya tidak cuma satu dua, tetapi kalau kita list saat ini laporan dari teman-teman PPS, yang bersama kami ada sekitar 70 orang. Dari 70 orang ini sudah ada yang ke rumah sakit, ada yang penanganan mandiri di rumah, ada yang ke puskesmas,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, KPU Samarinda pun mengimbau kepada seluruh petugas KPPS yang mengalami gangguan kesehatan dengan gejala demam, mual, dan muntah-muntah, tetapi belum mendapatkan perawatan medis, diminta untuk segera melapor ke pihak puskesmas terlebih dahulu. Selanjutnya, jika dibutuhkan perawatan medis lebih dalam, baru akan dirujuk ke rumah sakit.

BACA JUGA:  300 Warga Samarinda Dilibatkan Lipat Surat Suara

“Hanya saja memang, ada juga yang sudah pulih, ada juga yang belum, sehingga bagi korban yang saat ini belum pulih, atau belum berobat, kami sarankan hasil rapat tadi semua diarahkan ke puskesmas dulu untuk melakukan pemeriksaan awal. Jika diharuskan untuk lebih lanjut penanganan ke rumah sakit, maka akan diarahkan ke rumah sakit,” sambung Dwi.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada laporan resmi ke kepolisian terkait kasus ini. Namun, pihak KPU Kota Samarinda akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Saya kurang tahu, nanti kita cek, dan kita lihat perkembangannya,” pungkasnya.

(Beritasatu.com)

You might also like

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 107