BONTANG – SDN 009 Bontang Selatan masih kekurangan tenaga pendidik. Kondisi ini diperkirakan semakin berat lantaran dua guru akan memasuki masa pensiun tahun ini, sehingga kebutuhan tambahan guru kian mendesak.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN 009 Bontang Selatan, Umi Qoalsum, mengatakan saat ini sekolah memiliki 25 tenaga pendidik aktif. Namun, jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran seluruh siswa.
“Tahun ini ada dua guru yang akan pensiun. Kondisi itu tentu akan menambah kekurangan tenaga pendidik yang selama ini sudah kami rasakan di sekolah,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut Umi, kebutuhan guru tidak hanya terjadi pada guru kelas, tetapi juga pada mata pelajaran tertentu. Seperti saat ini, guru pelajaran Bahasa Inggris hanya diisi oleh satu orang guru sehingga beban mengajarnya cukup besar.
Untuk mengantisipasi kekosongan guru kelas akibat pensiun, pihak sekolah telah menyiapkan langkah penyesuaian internal. Salah satunya dengan memanfaatkan guru Bahasa Inggris yang memiliki kualifikasi linier untuk mengisi salah satu posisi guru kelas yang akan kosong.
“Karena guru Bahasa Inggris kami memiliki kualifikasi yang linier sebagai guru kelas, maka rencananya akan kami alihkan sementara untuk mengisi salah satu kelas yang ditinggalkan guru yang pensiun,” jelasnya.
Sementara itu, satu kebutuhan guru lainnya masih menunggu penempatan tenaga pendidik baru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kebutuhan tersebut secara berkala melalui program Guru Pengganti.
“Data kebutuhan guru sudah kami sampaikan ke Disdikbud. Untuk kekurangan yang masih ada, kami berharap dapat dibantu melalui program guru pengganti sambil menunggu kebijakan penambahan tenaga pendidik,” timpal Umi.
Ia menjelaskan, program Guru Pengganti menjadi solusi sementara yang cukup membantu sekolah dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar. Terlebih, hingga saat ini belum ada kepastian terkait rekrutmen tenaga pendidik baru yang dapat menutupi kebutuhan guru di sekolah.
“Harapan kami, kebutuhan guru yang kosong bisa segera terpenuhi sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal dan pelayanan pendidikan kepada siswa tidak terganggu,” tandasnya.

