Buntut Sorotan KPK, 11 Penghuni Rumah Dinas di Bontang Diminta Angkat Kaki

BONTANG – Inspektorat Bontang melayangkan surat teguran untuk 11 penghuni rumah dinas agar segera angkat kaki. Kebijakan ini merupakan buntut dari sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Enik Ruswati Inspektorat Bontang memastikan surat itu akan dikirimkan dalam waktu dekat. Hal ini juga dilakukan sebagai langkah monitoring.

“Ini masih dalam proses pembuatan surat,” ujarnya, Kamis (24/2/2022).

Kata Enik, surat teguran itu dilayangkan sebagai langkah persuasif agar aset yang dimiliki terjaga, tertata rapih, dan tidak menjadi sorotan KPK kembali.

“Setelah itu kami akan melapor ke KPK bahwa hal yang menjadi sorotan sudah kami tindak lanjuti,” katanya.

Alasan ke 11 penghuni itu harus meninggalkan rumah dinas karena sudah tidak lagi bertugas di Pemkot Bontang dan purnatugas. Persoalan ini yang memicu sorotan KPK.

“Sebagian besar memang ada yang pindah tugas keluar daerah dan lainnya. Tapi, ada juga yang masih dihuni oleh keluarganya. Yang mana yang bersangkutan sudah almarhum,” imbuhnya.

Adapun tenggat waktu yang diberikan untuk meninggalkan rumah dinas tersebut adalah enam bulan. Jika imbauan itu tidak diindahkan maka pihaknya akan melakukan tindakan lanjutan.

“Kalau belum ada tindak lanjut, ya kami akan komunikasikan lagi. Tidak semerta-merta memaksa keluar dari situ,” tandasnya. (lt)

%d blogger menyukai ini: