DPPKB Bontang Gagas Sekolah Kependudukan

selisik
2 Min Read

Bontang – Sekolah Kependudukan perlu ada dilingkungan pendidikan, khususnya di Bontang. Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran.

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin menyebutkan, nantinya di sekolah tersebut terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.

Hal itu sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan. Kemudian guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

BACA JUGA:  Kekerasan Perempuan dan Anak di Bontang Capai 57 Kasus

“Kalau saat ini memang ada dua Sekolah Kependudukan, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2. Kita yakinkan mulai dari umur remaja harus konsen terhadap isu kependudukan apalagi soal keluarga berencana,” kata Bahauddin.

Ke depannya, diupayakan semua institusi pendidikan bisa berkolaborasi dengan DPPKB dalam hal program yang menyasar remaja.

Misalnya, kegiatan PIK-R, pendidikan konselor, dan upaya pencegahan perkawinan dini.

BACA JUGA:  DPPKB Bontang Berharap Setiap Lingkungan RT Ramah Terhadap Anak

Di kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Bontang Najirah, turut mendukung dan meminta institusi pendidikan untuk sadar akan isu kependudukan.

Latar belakang kelahiran SSK juga sejatinya tidak bisa dilepaskan dari program generasi berencana (Genre) yang sudah terlebih dahulu digulirkan. Terlebih selama ini sekolah dianggap satu-satunya agen perubahan (agent of change) secara formal di Indonesia.

BACA JUGA:  DPPKB Bontang Ikuti Peringatan HAN 2022 Secara Virtual

“Harus dikembangkan potensi sadar kependudukan sejak dini. Agar mengetahui peran dan fungsi dari remaja,” tutur Najirah.

TAGGED:
Share This Article