Basri Minta Kader PKK Berperan Aktif Mewujudkan Ketahanan Keluarga

selisik
2 Min Read

Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase membuka pelatihan kader ketahanan keluarga yang di gelar oleh Tim Penggerak PKK Kota Bontang di pendopo Rujab Wali Kota, Rabu (06/09/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Ketua TP PKK Kota Bontang, Perwakilan OPD, Pengurus PKK Kota Bontang, Pengurus PKK Kecamatan dan Keluarahan Se-Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Basri menyampaikan bahwa keluarga dan orang tua merupakan komponen pendidikan yang pertama dan utama bagi perkembangan potensi anak. Tantangan yang dihadapi dalam era digital adalah kemajuan iptek yang dengan segala piranti dan programnya telah dirancang untuk memudahkan serta mencapai efektifitas dan efisiensi kinerja manusia. Pengetahuan anak tentang internet lebih pintar daripada orang tua, bebas terkoneksi tanpa aturan, kemudahan membuat konten di dunia maya, dan anak menginginkan kebebasan.

BACA JUGA:  Penuhi Tuntutan Cabor, Dispora Bontang Anggarkan Rp1,7 Miliar untuk Bonus Porprov

“Membesarkan anak di zaman millenial butuh usaha ekstra dibanding puluhan tahun yang lalu. Perkembangan dunia digital tak hanya memberi kemudahan, malah kadang membuat gap antara orang tua dan anak. Tak jarang berakhir dengan anak yang membangkang seperti mulai lunturnya etika sopan santun di kalangan anak dan generasi muda,” kata Basri.

BACA JUGA:  Pemkot Bontang Berupaya Gali Sumber Perimaan Daerah, Najirah: Agar Tidak Bergantung Dana Transfer

Selain itu, Basri menjelaskan bahwa PKK berperan penting untuk memberikan masukan terhadap kebijakan pimpinan terkait perlindungan anak, penyuluhan terhadap calon pengantin, memberikan layanan pembinaan dan penyuluhan terkait pola asuh anak dan remaja.

Dalam mencegah terjadinya berbagai bentuk tindak kekerasan, PKK berperan mengingatkan dan mengajak orang tua agar lebih memperhatikan kehidupan anak dan keluarganya. Orang tua dituntut kecakapannya dalam mendidik dan menyayangi anak-anaknya serta pasangannya.

BACA JUGA:  Tahun 2024, RSUD Bontang Kembali Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

“Pengurus PKK merupakan bagian dari masyrakat yang juga harus menjadi role model dalam implementasi pengasuhan anak dengan baik, sehingga mampu lebih aktif memberikan upaya penyadaran terkait pendidikan, yang tidak hanya mengejar prestasi akademik saja, tetapi harus juga dapat melatih mental spiritual bagi anak-anak kita, ” jelasnya. (Adv)

Share This Article