Selisik.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan program peningkatan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) belum dapat dilaksanakan pada tahun 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat rasionalisasi anggaran pada APBD Murni 2026 yang berdampak pada sejumlah program pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Meski demikian, Disdikbud Bontang tetap berupaya agar peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD tidak terhenti sepenuhnya. Guru-guru PAUD masih dapat mengikuti berbagai webinar yang diselenggarakan, baik oleh pemerintah pusat maupun instansi terkait, dengan materi yang menyesuaikan kebutuhan pendidikan terkini.
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Disdikbud Kota Bontang, Miftachul Choir, mengatakan bahwa pada awalnya program peningkatan kompetensi guru PAUD telah masuk dalam perencanaan APBD Murni 2026. Namun, program tersebut harus ditunda karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
“Sebenarnya kegiatan peningkatan kualitas guru PAUD sudah dianggarkan pada APBD Murni Tahun 2026. Namun karena adanya rasionalisasi anggaran, untuk sementara program tersebut belum bisa dilaksanakan. Mudah-mudahan pada APBD Perubahan nanti ada kembali alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas guru PAUD,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, meskipun Bimtek secara langsung belum dapat digelar, guru PAUD tetap memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas melalui kegiatan webinar yang masih rutin dilaksanakan.
“Kalau webinar tetap ada, misalnya webinar tentang kurikulum maupun MPLS Ramah Anak. Yang belum bisa dilaksanakan saat ini adalah kegiatan Bimtek,” jelas Mifta.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sebagian sekolah juga memperoleh dukungan peningkatan kapasitas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sehingga pengembangan kompetensi guru tetap berjalan meskipun belum merata.
“Masih ada beberapa sekolah yang mendapatkan anggaran dari Kemendikdasmen untuk mendukung peningkatan kompetensi guru,” tambahnya.
Di sisi lain, Disdikbud Bontang memastikan penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) bagi lembaga PAUD di Kota Bontang pada tahun 2026 berjalan hampir menyeluruh. Dari total 147 satuan PAUD yang terdaftar, sebanyak 146 lembaga berhasil memperoleh dana BOSP.
Mifta menjelaskan hanya satu lembaga yang belum menerima bantuan karena terlambat melakukan sinkronisasi data pada aplikasi Dapodik sebelum batas waktu (cut off) yang telah ditentukan pemerintah pusat.
“Tahun 2026 ini ada 146 PAUD yang menerima BOSP dari total 147 PAUD. Satu lembaga belum menerima karena terlambat melakukan sinkronisasi Dapodik saat cut off,” katanya.
Ia menerangkan, besaran dana BOSP yang diterima setiap satuan PAUD tidak sama karena disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Perhitungan juga dilakukan berdasarkan periode semester sesuai tahun ajaran yang sedang berjalan.
“Data penerima memang berubah setiap tahun. Untuk Januari sampai Juni menggunakan data peserta didik tahun ajaran 2025/2026, sedangkan Juli sampai Desember menggunakan data tahun ajaran 2026/2027. Besaran bantuan dihitung berdasarkan jumlah peserta didik, sehingga setiap sekolah menerima anggaran yang berbeda-beda,” pungkasnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, Disdikbud Kota Bontang berharap kualitas layanan pendidikan anak usia dini tetap terjaga. Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah berkomitmen terus mencari peluang pendanaan agar program peningkatan kompetensi guru PAUD dapat kembali dilaksanakan demi mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus di Kota Bontang.

