Selisik.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menyoroti masih rendahnya angka partisipasi anak usia dini dalam layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Saat ini, tingkat partisipasi PAUD di Kota Bontang baru mencapai sekitar 64 persen dari total anak usia PAUD yang ada.
Menurutnya, peningkatan partisipasi PAUD menjadi salah satu pekerjaan rumah penting yang harus diselesaikan bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Selain itu, peningkatan capaian rapor pendidikan juga menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Angka partisipasi kita baru sekitar 64 persen. Dari sekitar 7.000 anak usia PAUD, yang berada di lembaga PAUD baru sekitar 4.000 lebih. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujar Abdu Safa Muha dalam Rapat Koordinasi Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Tahun 2026 yang digelar Disdikbud Kota Bontang, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, rendahnya angka partisipasi tersebut menunjukkan masih banyak anak usia dini yang belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal. Maka itu, melalui rakor tersebut, Safa Muha berharap sinergi seluruh pihak semakin kuat sehingga akses dan kualitas layanan PAUD terus meningkat. Dengan demikian, semakin banyak anak di Kota Bontang memperoleh pendidikan yang berkualitas sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
“Diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk meningkatkan akses layanan PAUD di Kota Bontang,” timpalnya.
Sementara itu, Rakor yang berlangsung tersebut diikuti para pengelola dan pemangku kepentingan pendidikan ini juga menjadi wadah evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan PAUD dan PNF.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bunda PAUD Kota Bontang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono.
Dalam sambutan Bunda PAUD yang dibacakan Sony, disampaikan bahwa Pemerintah Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan sejak usia dini. Salah satu bentuk dukungan yang telah direalisasikan adalah program pembagian perlengkapan sekolah gratis berupa seragam, tas, dan sepatu bagi peserta didik.
“Pada tahun 2026, bantuan itu telah menjangkau puluhan ribu peserta didik di Kota Bontang, termasuk sekitar 8.100 anak pada jenjang PAUD,” terangnya.
Selain itu, Ia menegaskan bahwa pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Gratis berkonsep asrama di Kelurahan Bontang Lestari. Program yang didukung pemerintah pusat tersebut ditujukan bagi anak-anak putus sekolah dan mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
“Kita berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan akses dan mutu layanan PAUD, sehingga semakin banyak anak memperoleh pendidikan yang berkualitas sejak usia dini,” tandasnya.

