SPMB SMPN 2 Bontang Rampung, 264 Siswa Baru Dinyatakan Lolos Sesuai Kuota Dapodik

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Bontang telah rampung. Sebanyak 264 calon siswa baru dinyatakan lolos dan diterima untuk tahun ajaran 2026/2027.

Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan kuota yang tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah memastikan proses penerimaan peserta didik dilakukan sesuai aturan yang berlaku sehingga tidak ada penambahan kuota di luar ketentuan.

Wakil Kepala SMP Negeri 2 Bontang Bidang Kurikulum, Jumadi, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang diterima telah memenuhi kapasitas rombongan belajar yang ditetapkan.

BACA JUGA:  Dari PAUD hingga Paket C, 68 Warga Bontang Resmi Lulus Pendidikan Kesetaraan SKB

“Jumlah siswa yang diterima sudah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Dapodik. Kami tidak bisa menambah kuota karena seluruhnya sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Ia menerangkan, setiap rombongan belajar (rombel) memiliki batas maksimal sebanyak 33 siswa. Dengan jumlah kelas yang tersedia, kuota penerimaan tahun ini telah terisi penuh sesuai ketentuan.

“Per kelas maksimal 33 siswa. Karena itu, kuota yang kami tetapkan sudah sesuai kapasitas dan aturan yang ada,” timpal Jumadi.

BACA JUGA:  Kuota Afirmasi SMPN 8 Bontang Sepi Peminat, 12 Kursi Dialihkan ke Jalur Prestasi

Menurutnya, penambahan jumlah siswa di luar kuota yang telah ditentukan berpotensi menimbulkan persoalan administrasi sekolah. Sistem Dapodik tidak akan menerima data siswa yang melebihi kapasitas rombel yang telah ditetapkan.

“Kalau dipaksakan menambah siswa, nantinya data tersebut bisa ditolak oleh Dapodik dan akan berdampak pada administrasi sekolah. Jadi Kita tidak berani menambah kuota di luar yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Dengan terpenuhinya kuota 264 siswa baru, sekolah, Jumadi berharap seluruh peserta didik yang diterima dapat mengikuti proses pembelajaran dengan optimal pada tahun ajaran baru mendatang.

BACA JUGA:  Formasi Guru Kelas Paling Diminati, Disdikbud Bontang Pastikan Seluruh Kebutuhan Guru Tetap Terpenuhi

Selain memastikan kepatuhan terhadap aturan, pembatasan jumlah siswa dalam setiap kelas juga dilakukan untuk menjaga efektivitas proses belajar mengajar.

“Kita mengikuti sesuai standar yang ditetapkan, harapannya semoga sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih maksimal dan kondusif bagi seluruh siswa,” tutupnya.

Share This Article