Samarinda – Di tengah derasnya kritik yang mengalir dari berbagai pihak, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, akhirnya memberikan respons terkait polemik pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp 8,5 miliar.
Berbeda dengan nada tinggi yang dilontarkan sejumlah anggota dewan lainnya, Hasanuddin memilih untuk menanggapi persoalan ini dengan lebih singkat.
Ia menegaskan bahwa secara teknis, posisi gubernur sebenarnya hanyalah sebagai pengguna dari fasilitas yang telah dianggarkan. Menurutnya, segala urusan detail mengenai angka dan pengadaan merupakan ranah teknis yang dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Kalau itu kan gubernur tinggal pakai sebenarnya. Yang membahas itu TAPD dengan Banggar,” ujar Hasanuddin saat dimintai keterangan di Karang Paci.
Terkait keputusan Gubernur Rudy Mas’ud yang memilih mengembalikan mobil mewah tersebut setelah menuai sorotan tajam, Hasanuddin menilai persoalan ini seharusnya sudah dianggap selesai. Baginya, langkah pengembalian unit tersebut sudah menjadi jawaban atas keberatan yang muncul di ruang publik.
“Kalau sudah dikembalikan berarti tidak perlu dibahas lagi,” katanya singkat, mengisyaratkan bahwa perdebatan mengenai urgensi mobil tersebut tidak perlu diperpanjang.
Namun, ketika disinggung mengenai keraguan banyak pihak terkait transparansi mekanisme pengembalian aset bernilai miliaran rupiah tersebut, Hasanuddin mengaku belum mengantongi informasi secara mendalam. Ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana status uang rakyat yang telah dibayarkan kepada penyedia barang.
“Tapi kalau pengembalian tentu ada mekanisme dan dasar hukumnya,” tutup Hasanuddin sebelum mengakhiri pembicaraan.
Pernyataan ini seolah memberikan kontras di internal legislatif. Jika sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, mengaku terkejut dan mendesak transparansi mekanisme pengembalian uang ke kas daerah, sang Ketua DPRD justru memandang bahwa langkah pembatalan tersebut sudah cukup untuk menutup buku polemik “Mobil Sultan” di Bumi Etam.
(Prokal)

