Dua Proyek Diprediksi Tak Rampung, Ketua Komisi III Sebut Tambah Catatan Buruk

selisik
1 Min Read

BONTANG – Dua proyek pembangunan gedung sekolah di Kota Bontang hingga akhir tahun ini belum juga rampung. Yaitu pembangunan sekolah SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2.

Karena itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menjadwalkan untuk melakukan peninjauan dua proyek rekonstruksi sekolah yang dikerjakan untuk anggaran tahun 2023 ini.

BACA JUGA:  Dewan Bontang Soroti Pembagian Seragam Sekolah Gratis Terlambat

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, akan meninjau lokasi proyek yang dianggap berjalan tidak sesuai progres tersebut bersama rekan se-komisi serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang.

“Kami akan turun memastikan sejauh mana proyek itu berjalan. Dengan sisa waktu yang ada, apakah masih bisa terselesaikan,” katanya.

BACA JUGA:  Andi Faiz Dukung Deklarasi Kampanye Damai

Amir Tosina melanjutkan, peninjauan tersebut dilakukan guna mengetahui kendala yang dihadapi. Pasalnya, diakuinya bahwa dua proyek tersebut masuk kegiatan yang mendapat peringatan dari pemerintah.”Ini yang mau diperjelas di lapangan,” ungkapnya.

Jika proyek itu gagal terselesaikan tahun ini, kata Legislator Partai Gerindra, selain akan merugikan masyarakat karena akan berpengaruh pada proses belajar, juga akan menambah catatan buruk proyek fisik di Bontang.

BACA JUGA:  DPRD Minta Disnaker Lebih Proaktif dan Inovatif

Sebagai tambahan informasi, kontrak untuk SMPN 1 yakni Rp 6,6 miliar dan dikerjakan oleh CV Amra Mandiri. Sementara SMPN 2 dengan nilai penawaran Rp 6,8 miliar dengan pemenang tender ialah CV Maraja Putra Mandiri.

TAGGED:
Share This Article