4,4 Juta Lapangan Kerja Ditarget Tercipta di Tengah Ancaman Resesi

Selisik.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menargetkan Indonesia bisa menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di 2024 meski di tengah ancaman resesi.

Menurutnya, target tersebut bisa tercapai ditopang oleh kebangkitan dan geliat ekonomi kreatif dengan semangat tiga ‘G’ yakni, gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama), dan gaspol (garap semua potensi online) untuk menciptakan lapangan usaha.

“Memang ada ancaman potensi resesi dunia, tapi kita yakin dengan upaya bersama dan bergotong royong di 2022 kita ciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru dan 2024 kita ciptakan 4,4 juga lapangan kerja baru,” ujarnya pada acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XI BCA, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (18/10).

BACA JUGA:  Tak Ada Lowongan Khusus Difabel di Job Fair 2022, Ini Jawaban Disnaker Bontang

Sandi mengatakan, ini adalah pekerjaan rumah ‘PR’ bersama yang tidak bisa hanya dilakukan pelaku usaha ekonomi kreatif dan pemerintah sendiri-sendiri. Kolaborasi harus dilakukan.

Karenanya, semangat tiga ‘G’ yang diusung ekonomi kreatif akan dikolaborasikan dengan gerakan tiga ‘t’ dari pemerintah yakni, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

“Ini akan kita lakukan dalam memasuki pemulihan ekonomi Indonesia menuju tatanan ekonomi baru yang serba digital,” imbuhnya.

Menurut Sandi, saat ini Indonesia tercatat sebagai negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dengan Hollywood, dan Korea Selatan dengan k-pop.

“Indonesia memiliki d-kop, dangdut koplo dan drahor, drama horor. Pandemi mengubah semua dan ekonomi digital menjadi andalan,” kata dia.

BACA JUGA:  Dua Perusahaan di Bontang Buka 13 Lowongan Kerja

Pada 2021, nilai ekonomi digital Tanah Air mencapai 49 persen. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara dengan total nilai investasi mencapai Rp300 triliun.

“Ini sesuai dengan pesan pak Presiden Jokowi pada Mei 2020, bagaimana kita bisa memiliki kedaulatan dan ketahanan digital ekonomi kita,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: