Puluhan Anak Indonesia Meninggal Diduga Gagal Ginjal Akut Misterius

Selisik.id – Puluhan anak di Indonesia meninggal dunia diduga karena penyakit gangguan ginjal akut ‘misterius’.

Mayoritas anak yang meninggal mendapat penanganan yang terlambat karena datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi fungsi ginjal menurun.

Melansir CNNIndonesia.com, tercatat ada 49 anak meninggal akibat penyakit yang kemudian dinamai gangguan ginjal akut progresif atipikal. Kematian tersebut yang dilaporkan dinas kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejumlah wilayah.

Rinciannya 25 kasus kematian dilaporkan di DKI Jakarta. Kemudian 11 kasus kematian di Bali, satu kasus kematian di Nusa Tenggara Timur (NTT), tujuh kasus kematian di Sumatera Utara, dan lima kasus kematian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

BACA JUGA:  Apotek Diminta Setop Sementara Jual Obat Sirop

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku masih belum memiliki detail dan sebaran dari kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia.

“Data detail ada di IDAI yang memang memitigasi langsung kepada anggotanya ya, karena ini masih dalam penelitian penyakitnya,” kata Pelaksana tugas Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yanti Herman, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (19/10/2022).

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan pihaknya sejauh ini masih mengumpulkan laporan awal. Dengan demikian, detail data terdapat di masing-masing rumah sakit.

“Data lengkap ada di masing-masing rumah sakit ya, kami tidak ada. Karena kami hanya mencatat kejadian awal saja,” ujar Piprim.

Piprim menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemenkes terkait pencatatan dan pelaporan data surveilans. Nantinya Kemenkes diharapkan dapat memberikan detail data yang bersumber dari laporan kasus di seluruh fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:  Kasus Gangguan Ginjal Akut di Indonesia Dinyatakan Selesai

Kendati demikian, IDAI berdasarkan laporan dari anggota per wilayah mencatat kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 192 orang per Selasa (18/10).

Lonjakan kasus bulanan tertinggi tercatat terjadi pada September 2022 dengan 81 kasus yang dilaporkan.

%d blogger menyukai ini: