Wawali Najirah Prihatin Kekerasan Anak di Bontang Capai 51 Kasus per Agustus

selisik
1 Min Read

Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah merasa prihatin kasus kekerasan anak per Agustus 2023 mencapai 51 kasus.

Untuk menekan kasus tersebut tidak kembali meningkat hingga Desember mendatang, Najirah berencana memberikan edukasi parenting ke sekolah-sekolah yang ada di Bontang.

“Misal kalau ada orang lain pegang alat vitalnya anak harus teriak dan melakuka hal lainnya,” kata dia Rabu (20/9/2023).

BACA JUGA:  Wali Kota Basri Serahkan Tambahan Bonus Petugas Kebersihan

Kata Najirah, modus pelecehan seksual bermacam-macam mulai dari memberikan permen, uang dan hal lainnya. Bahkan pernah ada kasus, korbannya adalah anak keterbelakangan mental dan pelakunya adalah tetangga sendiri.

Peran orang tua dinilai sangat penting dalam menghindarkan anak menjadi korban pelecehan.

“Anak juga jangan terlalu dibiasakan main di luar rumah. Karena pelaku kebanyakan orang dekat,” kata dia.

BACA JUGA:  Lepas Peserta Saka Bakti Husada Ikuti Pertinas, Basri Rase Minta Serap Ilmu Sebanyaknya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), dr Bahauddin mengatakan kasus kekerasan perempuan dan anak di Bontang mencapai 87 kasus per Agustus 2023. Rincian 51 kasus terjadi pada anak dan 36 perempuan. Pada tahun lalu terdapat sebanyak 110 kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan agar masyarakat mau melaporkan jika melihat atau mengalami kekerasan. Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi ke warga.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bontang Najirah Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Budaya

“Upaya pencegahan lebih utama pastinya,” terangnya. (Adv)

Share This Article