TP PKK Bontang Awali Bimtek untuk Dasawisma di Kelurahan Berbas Tengah

Bontang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kelompok dasawisma, di Kelurahan Berbas Tengah, Kamis (8/9/2022).

Ketua Tim Penggerak PKK Bontang Hapidah Basri Rase menuturkan, pelatihan ini diikuti oleh Ketua Kelompok PKK RT dan perwakilan Ketua Kelompok Dasawisma.

Tujuannya, untuk mensosialisasikan gerakan PKK melalui 10 program pokok PKK. Kemudian, melakukan pembentukan kelompok dasawisma dan kelompok PKK RT yang belum semua terbentuk.

Sementara, bagi kelompok yang telah terbentuk, namun kurang aktif akan dilakukan revitalisasi atau pengaktifan kembali masing-masing kelompok dasawisma.

“Bagi kelompok PKK RT dan dasawisma yang telah berganti ketua kelompok dapat mengetahui Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing,” kata Hapidah saat dikonfirmasi, Kamis (8/9/2022).

BACA JUGA:  Evaluasi Sistem Laporan, TP PKK Bontang Kunjungi Kelurahan Belimbing

Hapidah mengatakan adapun tupoksi dari dasawisma itu sendiri ialah pengumpulan data atau pendataan di setiap Kepala Keluarga (KK). Pendataan ini dilakukan secara berkala. Adapun satu dasawisma terdiri dari 10 KK hingga 20 KK.

“Para kader dasawisma mempunyai tugas mendata, menggerakkan dan menyampaikan informasi kepada anggotanya,” terangnya.

Ia mencontohkan, dalam kurun waktu satu tahun sekali apabila ada perubahan dalam keluarga seperti awal pendataan istri masih berstatus hamil, tentunya setelah melahirkan data keluarga akan berubah. Mereka akan melakukan pembaharuan data.

Terkecuali data ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran bayi, bayi meninggal dan kematian balita itu dilaporkan oleh ketua dasawisma setiap bulan kepada ketua kelompok RT. Dan dilaporkan secara berjenjang sampai ketingkat pusat.

BACA JUGA:  PKK Bontang Siap Ikuti HKG ke-50 Tingkat Kaltim

“Jadi ketua kelompok dasawisma bertanggung jawab atas pendataan yang meliputi, data keluarga, catatan keluarga, rekapitulasi catatan data dan kegiatan warga, kelompok dasawisma. Serta, laporan data ibu hamil, melahirkan,nifas,ibu meninggal, kelahiran bayi, bayi meninggal dan kematian balita” terangnya.

Ia menjelaskan, data yang dihasilkan oleh ketua kelompok dasawisma diharapkan riil atau sesuai kondisi warga. Semisal, data ditemukan masih ada warga yang buta aksara, buta bahasa dan buta ilmu pengetahuan dasar.

Maka, data tersebut akan dilaporkan secara berjenjang sampai ke tim penggerak pusat. “Data ini akan diintervensi oleh OPD teknis maupun potensi sumber yang ada di masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap dari pelatihan yang diberikan ini kelompok dasawisma dapat meningkatakan kapasitas dan pengetahuan dibidang administrasi maupun gerakan PKK melalui 10 program pokok PKK.

BACA JUGA:  Sambangi Kelurahan Gunung Elai, TP PKK Bontang Sosialisasikan 10 Program Pokok

“Dasawisma sangat besar sumbangsih dan partisipasinya dalam penyediaan data yang up to date sebagai dasar intervensi program yang tepat sasaran,” tandasnya. (adv kominfo)

%d blogger menyukai ini: