BONTANG – Sebanyak 1.619 anak di Kota Bontang tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS) berdasarkan data Dashboard ATS Kemendikdasmen per 4 Juli 2026.
Data tersebut terdiri dari 768 anak belum pernah bersekolah, 564 anak putus sekolah, dan 287 anak lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan. Jumlah terbanyak berada di Bontang Selatan dengan 820 anak, disusul Bontang Utara 630 anak dan Bontang Barat 169 anak.
Untuk menangani persoalan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menjalankan Gerakan Kembali Sekolah (GELIS). Program ini mengandalkan pendataan, verifikasi lapangan, kunjungan ke rumah, hingga pendampingan sesuai persoalan masing-masing anak.
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Dikdas Disdikbud Bontang, Saropah, mengatakan penanganan ATS membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena penyebabnya beragam, mulai dari ekonomi, administrasi, kondisi keluarga hingga kesehatan.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Karena itu, berbagai persoalan yang membuat anak tidak sekolah harus kita carikan solusinya,” ujarnya.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi, menambahkan data ATS akan diverifikasi bersama RT, kelurahan, sekolah, dan perangkat daerah terkait.
“Tim tidak hanya menunggu laporan. Kami turun langsung menemui anak dan keluarga untuk mengetahui persoalannya,” katanya.
Anak yang terkendala administrasi, ekonomi, maupun membutuhkan pendidikan alternatif akan diarahkan ke instansi atau layanan yang sesuai. Setelah kembali belajar, kondisi anak juga tetap dipantau agar tidak kembali putus sekolah.

