Tak Ingin Ada Lagi Anak Pesisir Putus Sekolah, Maming Dorong Pembangunan Asrama

selisik
2 Min Read

Bontang – Wakil Ketua II lDPRD Kota Bontang, Maming memiliki beberapa program prioritas yang merujuk pada peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Salah satunya, yakni memastikan anak-anak di kawasan pesisir Kota Bontang mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lainnya.

“Terutama kasus tentang anak-anak pesisir yang putus sekolah, ini kita harus fokus penanganannya,” ujarnya, Rabu (2/10/2024).

Banyaknya anak-anak yang tidak lagi melanjutkan sekolahnya, akibat tidak maksimalnya fasilitas sekolah yang ditawarkan di kawasan pemukiman di atas air itu.

BACA JUGA:  Irfan Minta Pemkot Bontang Pastikan Pegawai Non PNS Jadi PPPK

Apalagi, daerah pesisir hanya ada sekolah untuk anak-anak di satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) saja. Sementara, untuk satuan Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum tersedia.

“Maka ini juga salah satu penyebab banyak anak-anak yang memutuskan untuk tidak lanjut sekolah,” imbuhnya.

Daerah pesisir yang terpisah dari daerah kota, mengharuskan anak-anak yang ingin bersekolah, melakukan penyebarangan lagi ke daerah kota menggunakan kapal.

BACA JUGA:  Belum Terealisasi, Amir Tosina kembali Tagih Pemkot Soal Pembukaan Rute Bontang-Mamuju

“Bukan karena askes transportasi yang susah, orang tua juga memikirkan tempat tinggal mereka, karena tidak mungkin bolak-balik setiap hari,” bebernya.

Maka dari itu, Politikus PDIP itu mendorong Pemkot Bontang untuk segera membangun asrama bagi anak-anak pesisir, yang ingin melanjutkan sekolah ke satuan pendidikan yang lebih tinggi di daerah kota.

Namun, Ia menyebutkan pihaknya harus melakukan kerja keras terkait program tersebut. Faktanya di lapangan, dirinya menemukan beberapa kendala.

BACA JUGA:  Reperda Fasilitas Penyelenggara Pesantren Masuk Prolegda, Ini Urgensinya

Misalnya, pihak orang tua tidak mendukung dan tidak mengizinkan anak-anaknya tinggal jauh dari rumah.

Karena hal ini sudah masuk dalam perencanaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang pada tahun 2022 lalu, dengan menggunakan Rusunawa di Guntung sebagai asrama. Tapi, hal yang sama terjadi, program tersebut tak terwujud karena kekhawatiran para orang tua.

“Kami akan memulai komunikasi dan memberikan pemahaman kepada para orang tua di sana,” tandasnya. (Adv)

Share This Article