Sudah Dibangun di Lahan Pemkot, Dua Dapur MBG Bontang Belum Beroperasi

selisik
3 Min Read

Bontang – Dua bangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang yang telah rampung sejak awal 2026 hingga kini belum dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kedua fasilitas tersebut berada di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, dan Kelurahan Gunung Telihan. Bangunan dapur tersebut dibangun pemerintah pusat dan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Kondisi itu menjadi perhatian Pemkot Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moernaeni meminta agar kedua fasilitas tersebut segera dimanfaatkan sehingga dapat mendukung perluasan penerima manfaat program MBG.

“Kalau dua dapur itu beroperasi, asumsi penerima MBG bisa diperluas sekitar 4 ribuan. Sayang kan kalau tidak dioperasikan. Itu lahan Pemkot loh yang diberikan,” ucap Neni.

BACA JUGA:  Dukung Program MBG, Polda Kaltim Bangun SPPG Senilai Rp3,1 Miliar

Neni menyebut pembangunan dapur SPPG di Jalan Pattimura telah dilakukan sejak 2025 dan rampung pada awal 2026. Namun, fasilitas tersebut hingga kini belum digunakan untuk operasional SPPG.

Hal serupa terjadi pada dapur SPPG di Kelurahan Gunung Telihan yang juga belum beroperasi.

Menurut Neni, informasi yang diterimanya menyebutkan pengoperasian kedua fasilitas tersebut masih terkendala pihak yang akan mengelola serta kebutuhan operasional lainnya.

Pemkot Bontang berencana membahas persoalan tersebut bersama SPPG Regional Bontang. Pembahasan itu diharapkan dapat menemukan solusi agar kedua bangunan yang telah selesai dibangun dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

BACA JUGA:  BGN Temukan 414 Rekening Dapur MBG Bermasalah, Ada yang Ganda hingga Belum Beroperasi

“Karena kita kan sudah mengikhlaskan lahan kita. Kalau tidak berproduksi akhirnya sia-sia,” ungkap Neni.

Selain meminta kedua dapur segera dioperasikan, Neni juga mengusulkan agar pengelola SPPG dapat melibatkan pelaku usaha maupun yayasan lokal di Bontang.

Menurutnya, pelaku usaha lokal dan yayasan yang selama ini menjalankan kegiatan sosial dapat diberdayakan untuk mendukung pengelolaan fasilitas tersebut.

“Jangan dari pusat. Yayasan yang selama ini beraktifitas berafiliasi dengan Pemerintah Kota Bontang di bidang sosial, seperti itu sih,” sambungnya.

Neni juga mengatakan pengoperasian kedua dapur tersebut dapat memperluas serapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:  Tak Penuhi Standar Menu, Satu Dapur MBG di Muara Badak Dihentikan Sementara

Ia menambahkan, fasilitas yang terlalu lama tidak digunakan juga membutuhkan perawatan.

“Kalau dibiarkan lama, nanti justru bangunan itu rusak. Keluar uang lagi untuk perawatannya,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan pantauan di lapangan kedua bangunan dapur SPPG tersebut dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra belum memberikan keterangan.

TAGGED:
Share This Article