Disdikbud Bontang Siapkan Regenerasi Guru dan Kepala Sekolah Jelang Pensiun Massal

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang tengah mempersiapkan langkah konkret menghadapi puluhan guru dan kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun pada 2025–2026.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, mengatakan pihaknya kini fokus menyusun strategi regenerasi tenaga pendidik, dengan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah muda agar siap mengambil peran kepemimpinan di satuan pendidikan.

“Regenerasi ini bukan hanya soal jumlah tenaga pendidik, tapi juga kualitas mereka dalam mengajar dan memimpin,” ujar Ishak saat ditemui, Selasa (28/10/2025).

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Dorong Transformasi Guru Jadi Pendidik Humanis di Era Kurikulum Merdeka

Ia menjelaskan, pembekalan dan pelatihan bagi guru aktif menjadi bagian penting dari proses tersebut. Program peningkatan kapasitas, kredibilitas, dan kompetensi disiapkan agar para guru yang kelak menggantikan posisi seniornya mampu bekerja dengan baik dan beradaptasi dengan tuntutan pendidikan modern.

“Para guru yang akan pensiun nanti akan digantikan oleh guru lain yang masih aktif. Karena itu peningkatan kapabilitas mereka menjadi fokus utama agar siap menempati jabatan tersebut,” jelasnya.

Menurut Ishak, penempatan guru dan kepala sekolah nantinya tidak sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan, fungsi, dan kewenangan sesuai kebutuhan satuan pendidikan.

BACA JUGA:  SMPN 7 Bontang Kebagian 137 Tablet, Dukung Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik

Ia menambahkan, pembinaan akan diprioritaskan bagi guru dan kepala sekolah berprestasi agar dapat menjadi pemimpin yang berdedikasi dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, program pelatihan yang disusun juga diarahkan untuk menyesuaikan dengan tuntutan pendidikan modern yang terintegrasi dengan visi dan misi pembangunan Kota Bontang.

“Guru dan kepala sekolah yang disiapkan harus tanggap terhadap inovasi kurikulum dan metode pembelajaran,” ujarnya.

Disdikbud Bontang memastikan bahwa pembinaan mencakup seluruh lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Semua sekolah diharapkan memperoleh perhatian dan kesempatan yang sama dalam pengembangan kompetensi tenaga pendidik.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang dan TNI Bentuk Karakter Pelajar Lewat Pelatihan Kepemimpinan OSIS

“Kami ingin semua tenaga pendidik memiliki kemampuan yang mumpuni, sehingga mutu pendidikan di Bontang tetap tinggi,” tegasnya.

Ishak berharap, melalui program regenerasi ini akan terbangun kaderisasi pendidikan yang berkelanjutan dan berjenjang.

“Dengan pembinaan yang terstruktur, guru dan kepala sekolah baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas belajar siswa serta menjaga profesionalisme pendidikan di Kota Bontang,” pungkasnya.

Share This Article