Disdikbud Bontang Pacu Literasi Teknologi Lewat TKA Paket C Berbasis Online

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus memperkuat transformasi digital pada jalur pendidikan nonformal. Salah satunya melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kesetaraan Paket C Tahun 2025 yang digelar secara daring pada 5-9 November 2025.

Sebanyak 134 peserta didik dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Bontang mengikuti ujian tersebut. TKA menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran yang berfungsi mengukur penguasaan kompetensi peserta didik sebelum memasuki ujian akhir kesetaraan.

BACA JUGA:  Pengadaan Bertahap, Smart TV Telah Tersedia di Enam Kelas SMPN 5 Bontang

Mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Selama pelaksanaan, setiap lembaga memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, dan sarana penunjang lain agar ujian dapat berlangsung lancar.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa penerapan sistem digital dalam ujian merupakan langkah memperkuat literasi teknologi di seluruh satuan pendidikan, termasuk sektor nonformal. Ia juga menilai TKA sebagai tolok ukur capaian kompetensi sekaligus kesiapan lembaga dalam menghadapi digitalisasi pendidikan.

BACA JUGA:  Akses SMPN 5 Bontang Terkendala Lahan, Disdikbud Jadwalkan Pertemuan Resmi dengan KNE

“Kami terus mendorong penerapan teknologi dalam pembelajaran dan evaluasi, agar peserta didik program kesetaraan memiliki pengalaman belajar yang setara dengan pendidikan formal,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Safa turut memantau pelaksanaan TKA di Gedung SKB. Dalam kunjungannya, ia melihat langsung proses ujian yang diikuti warga belajar Paket C sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Kota Bontang.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Siapkan Regenerasi Guru dan Kepala Sekolah Jelang Pensiun Massal

Disdikbud berharap penyelenggaraan TKA daring tidak hanya meningkatkan kualitas program kesetaraan, tetapi juga memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai layanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Share This Article