Stok Vaksin Booster di Bontang Habis

Bontang – Dinas Kesehatan (Diskes) menyatakan ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Taman menipis. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana menerangkan, kini hanya tersedia satu merek vaksin yakni Covovax. Jumlahnya 500 dosis.

“Merek lainnya sudah habis,” kata Adi.

Kondisi ini juga terjadi di Dinas Kesehatan Kaltim. Sementara stok yang berada di Kementerian Kesehatan pun terbatas jumlahnya. Meski demikian, ia mendapatkan informasi bahwa pemerintah pusat masih mengupayakan untuk mendistribusikan cairan antibodi ini dalam waktu dekat.

“Kondisi vaksin memang lagi krisis. Baik di provinsi maupun di pusat. Ini menjadi informasi bagi masyarakat,” ucapnya.

Namun pelayanan di sentra vaksinasi yakni gedung Eks Arena MTQ masih tetap dibuka. Akan tetapi, hanya melayani merek vaksin yang ada. Padahal Covovax ini belum ada ketentuan bisa dijadikan booster dengan dosis sebelumnya berbeda merek. Kondisi ini mengakibatkan pelayanan booster di Bontang menjadi terhambat.

BACA JUGA:  Binda Kaltim Gelar Vaksinasi Door To Door, Antusias Warga Meningkat

“Jadi yang akan kami layani ialah mereka yang belum mendapatkan dosis pertama. Atau dosis pertama dan keduanya dengan merek ini. Itu pun jumlahnya yang demikian masih terbatas,” tutur dia.

Berdasarkan capaian vaksinasi terkini untuk dosis pertama menyentuh angka 89,1 persen. Artinya 136.055 warga telah mendapat suntikan pertama. Dari total sasaran 152.754. Sementara untuk dosis kedua telah tersalurkan 125.886 atau 82,4 persen. Dosis ketiga atau booster baru mencapai 53,9 persen atau 62.420 warga tersalurkan.

Rinciannya untuk SDM Kesehatan tembus 133,9 persen atau setara 2.538. Disusul dengan kategori pelayan publik di angka 8.608 atau 66,8 persen. Dari target sasaran 12.887 orang. Di bawahnya ialah klasifikasi lansia dengan cakupan 3.818 atau 51,8 persen. Padahal sasarannya sejumlah 7.367 orang.

BACA JUGA:  Binda Kaltim Gelar Vaksinasi Door To Door, Antusias Warga Meningkat

Masyarakat umum dan rentan sejumlah 43.194 tersalurkan atau 46,2 persen. Dari target 93.588 orang. Terakhir untuk kalangan remaja baru 22,5 persen atau 4.262 dari jumlah sasaran 18.929. Adapun untuk booster kedua bagi SDM kesehatan baru di angka 58,1 persen atau 1.101 orang telah menerima suntikan ini.

%d blogger menyukai ini: