Rumah Guru PNS di Tanjungbalai Digeruduk Ratusan Warga Usai Suami Diduga Cabuli Murid SD

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Kasus di Tanjungbalai menyita perhatian publik lantaran diduga terjadi kekerasan seksual yang melibatkan aksi bejat seorang guru PNS. Kasus itu menimpa seorang anak berusia 12 tahun berinisial A di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Video penggerebekan terduga pelaku pun ramai di media sosial.

Pemicunya, guru PNS perempuan tersebut menyerahkan sang anak ke suaminya sendiri. Suami ini lantas melakukan pelecehan sebagai imbas dari dugaan penyimpangan seksualnya.

Video-video di medsos memperlihatkan warga menggerebek seorang oknum guru sekolah dasar (SD) yang masih berseragam dinas pada Rabu (22/7/2026) malam. Warga disebut tak tahan dengan kelakuan sang guru yang menyerahkan korban A kepada suaminya untuk dilecehkan.

Korban A diketahui merupakan seorang anak yatim piatu yang bersekolah di instansi tempat guru tersebut mengajar. Peristiwa pelecehan tersebut diduga terjadi sejak Mei 2026 di sebuah rumah yang berada di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

BACA JUGA:  Karyawan Ini Pilih Resign Gegara Kantornya Punya 600 Grup Chat

Guru berinisial AI diduga memanfaatkan kedekatan serta posisinya sebagai pendidik untuk mendekati korban, sebelum kemudian korban diduga dilecehkan oleh suaminya yang berinisial AD.

Tirto.id dalam laporannya menyebutkan, kasus ini mulai diketahui setelah korban A tidak masuk sekolah selama hampir dua pekan. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan dari ibu angkat korban. Anak A lalu menjalani pemeriksaan kesehatan di sebuah klinik.

Hasil pemeriksaan medis mengungkap adanya dugaan tindak kekerasan seksual yang dialami korban. Alhasil temuan tersebut kemudian dilaporkan dan mulai ditangani oleh pihak berwenang.

BACA JUGA:  Dalai Lama Minta Bocah Cium Bibirnya Picu Kontroversi

Kepala Lingkungan 5 Kelurahan Perjuangan, Sadam Husin Hasibuan, membenarkan bahwa masyarakat mengetahui kejadian tersebut setelah korban menjalani pemeriksaan medis.

Menurut keterangannya, korban diduga mengalami tindakan kekerasan seksual yang menyebabkan adanya luka fisik, sehingga mendorong warga untuk meminta agar kasus tersebut segera diproses secara hukum.

Setelah kabar mengenai dugaan keterlibatan pasangan suami istri tersebut tersebar, reaksi masyarakat pun muncul. Pada Rabu malam, ratusan warga mendatangi rumah yang disebut sebagai kediaman terduga pelaku di Jalan Burhanuddin.

Kehadiran massa dipicu oleh kemarahan dan keprihatinan atas dugaan tindakan yang dialami korban. Situasi sempat memanas karena sebagian warga berusaha mendekati rumah tersebut dan meminta agar pihak yang diduga terlibat bertanggung jawab.

Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan dan evakuasi untuk mencegah terjadinya tindakan di luar hukum terhadap terduga pelaku.

BACA JUGA:  Viral, Ibu-ibu di Aceh Usir Paksa Pengungsi Rohingya

Dalam proses pengamanan, pasangan suami istri ini akhirnya dibawa oleh petugas menuju Mapolres Tanjungbalai untuk menjalani pemeriksaan. Massa juga sempat mendatangi Mapolres Tanjungbalai untuk menyampaikan tuntutan agar kasus tersebut ditangani secara serius.

Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungbalai untuk mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam perkara tersebut. Kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi, memeriksa bukti-bukti yang ada, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Share This Article