Program MBG Dikeluhkan Pedagang Kantin Sekolah, Pemkot Samarinda Bakal Evaluasi

selisik
2 Min Read

Samarinda – Program nasional yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), sudah berjalan. TIdak terkecuali di Kota Samarinda, salah satunya di SDN 004 Samarinda Utara.

Meski bertujuan untuk memastikan generasi muda mendapatkan gizi yang cukup, namun  program ini membuat sejumlah pedagang di kantin sekolah mengeluhkan omzet mereka yang kian menurun.

Hal ini dinilai sebagai dampak dari program MBG yang baru saja dijalankan.

BACA JUGA:  Tanya MBG ke Prabowo, Kartu Liputan Jurnalis CNN Indonesia Dicabut Istana

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dampak program Makan Bergizi Gratis terhadap pelaku UMKM di sekolah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah (pemda) tidak hanya fokus pada manfaat pemberian makanan bergizi kepada siswa, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi para pedagang kantin.

“Karena ini program baru, pasti ada beberapa bagian yang harus kita pelajari dan cermati efeknya, tentu ini menjadi perhatian kita ke depan,” ujar Andi Harun, Kamis (30/1/2025).

BACA JUGA:  Gagal Penuhi Standar hingga Picu Risiko Keracunan, BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG

Lebih lanjut Andi Harun menyebutkan, pemerintah daerah akan merumuskan kebijakan yang bisa mengakomodasi kedua sisi, yakni pelaksanaan program MBG sebagai program nasional dan keberlangsungan usaha para pedagang kantin sekolah.

“Nanti kami dari pemda akan merumuskan langkah-langkah agar pelaku UMKM di kantin sekolah tidak terkena dampak negatif dari pelaksanaan program MBG ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  25 Siswa Tumbang Usai Santap MBG di PPU, Dapur SPPG Dibekukan

Ke depan, evaluasi dan penyesuaian program diharapkan dapat menghasilkan solusi yang optimal bagi semua pihak, sehingga program ini dapat terus berjalan dengan dukungan penuh dari masyarakat.

“Ini penting supaya program nasional ini tetap berjalan tanpa mengorbankan mereka yang selama ini bergantung pada sektor ekonomi ini,” singkat Andi Harun.

(TribunKaltim.co)

Share This Article