Porprov Kaltim Terancam Ditunda

Paser – Kepastian perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VII 2022 masih dinanti. Pasalnya, jadwal yang sebelumnya telah disepakati pada 12 hingga 22 November kini menjadi tanda tanya.

Terlebih adanya isu yang berembus akhir-akhir ini mengenai jadwal pelaksanaan Porprov yang diundur. Alhasil pada Sabtu (22/10/2022) malam, Dispora se-Kaltim telah melakukan rapat menyikapi isu yang berkembang mengenai pelaksanaan Porprov Kaltim di Berau.

“Pertama kita membaca statement Bupati Berau dalam rangka melakukan pengunduran waktu pelaksanaan Porprov. Atas dasar itulah kami mencoba untuk merumuskan langkah-langkah apa yang harus dilakukan,” kata Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin ditemani Kepala Dispora Kaltim, Agustianur, Kepala Disdikpora Penajam Paser Utara (PPU), Alimuddin dan Kadisporapar Paser, Muksin saat konferensi pers di Hotel Kyriad Sadurengas, Minggu (23/10/2022).

BACA JUGA:  Taekwondo Sumbang 3 Emas untuk Bontang di Porprov Kaltim

Dirinya menuturkan, karena bagaimana pun Dispora atau Disporapar sebagai penanggung jawab pembiayaan pelaksaan Porprov untuk masing-masing kontingen kabupaten/kota. Maka atas dasar itulah beberapa rekomendasi yang ingin disampaikan kepada panitia PB Porprov.

“Supaya rekomendasi ini bisa menjadi pertimbangan mereka dalam rangka mengambil keputusan strategis untuk suksesnya pelaksanaan Porprov Kaltim di Berau nanti,” tutur Muslimin mewakil Kadispora se-Kaltim.

Secara tegas meminta pelaksanaan Porprov di Berau untuk tak diundur atau ditunda sesuai jadwal yang telah ditentukan dan disepakati, yakni pada tanggal 12 hingga 22 November.

“Karena ini menjadi kesepakatan yang dibuat antara KONI Kaltim dan KONI kabupaten/Kota,” sebut Muslimin.

Ia menegaskan, kuncinya ada di PB Porprov dan KONI Kaltim apakah tegas dengan aturan yang telah disepakati. Tidak ada sangkut pautnya dengan Gubernur. Dia mengatakan, Gubernur hanya bertanggung jawab dalam membantu pembiayaan.

BACA JUGA:  Angkat Besi Bontang Raih 11 Medali di Porprov Kaltim

“Kami berharap kepada tuan rumah PB Porprov untuk memastikan tanggal. Jangan sampai ada bahasa bu Bupati akan meminta statement Pak Gubernur menunggu jawaban Gubernur dalam rangka pelaksanaan Porprov. Kewenangan pelaksaan Porprov ada di PB Porprov dan KONI Kaltim,” tegas dia.

Andai benar-benar ditunda, menurutnya, hal yang paling mendasar adalah performa atlet yang bakal terganggu. Selain itu, juga akan terjadi penambahan biaya yang begitu besar karena masing-masing kabupaten/Kota akan melakukan training center.

“Kemudian kabupaten kota terutama Dispora terhadap pelaksanaan keberangkatan kontingen tentu tidak dapat melakukan SPJ. Karena kalau di awal Desember dilaksanakan kami tidak akan mampu melaksanakan itu,” urainya.

(Liputan6.com)

%d blogger menyukai ini: