Berau – Pencarian Ayong, Warga Kampung Kasai, terpaksa dihentikan, atas permintaan pihak keluarga. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa penghentian pencarian dilakukan atas dasar permintaan dari keluarga korban sendiri.
Mereka menyatakan keinginannya untuk mengalihkan pencarian kepada jalur supranatural, yakni dengan mendatangkan seorang pawang. Yang mana dipercaya memiliki kemampuan spiritual untuk berkomunikasi dengan alam dan makhluk gaib.
“Keluarga menyampaikan secara langsung agar tim gabungan menghentikan pencarian. Mereka telah mendatangkan pawang untuk mencari Ayong, dan syaratnya, tim tidak boleh ikut campur atau mendampingi proses tersebut,” ungkap Nofian melansir Berau Post.
Meski pencarian korban biasanya berlangsung hingga beberapa hari, BPBD dan unsur gabungan menghormati sepenuhnya keputusan keluarga. Yang masih memegang teguh tradisi setempat, kerap melibatkan unsur supranatural dalam peristiwa kehilangan atau musibah misterius seperti ini.
“Kami dari BPBD dan seluruh unsur yang terlibat memahami dan menghormati adat serta kepercayaan masyarakat. Keselamatan dan ketenangan batin keluarga adalah hal utama, dan jika mereka lebih percaya pada pendekatan spiritual, maka kami mendukung sepenuhnya,” kata Nofian.
Selama empat hari pencarian, warga Kampung Kasai dan sekitar Pulau Derawan menunjukkan solidaritas tinggi. Mereka turut serta dalam pencarian, menyisir perairan dengan perahu dan menyelam secara bergantian, meskipun harus berjibaku dengan cuaca dan arus laut yang tidak bersahabat.
BPBD dan aparat setempat menyatakan siap kembali turun membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan atau diminta kembali oleh pihak keluarga. “Kami berharap apapun hasilnya nanti, keluarga diberikan ketabahan,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Ayong (53), warga RT 01 Kampung Kasai, Pulau Derawan, Berau dilaporkan hilang pada Minggu malam (15/6/2025). Ayong menghilang diduga diterkam buaya saat tengah buang air besar (BAB) di jamban tepi sungai sekitar pukul 22.15 WITA.
Melansir detikKalimantan, lokasi jamban tepat berada belakang rumah Ayong. Kondisi jamban tersebut pun diketahui dalam kondisi sudah lapuk.
“Kami mendapat informasi peristiwa ini dari warga bernama Coki yang melihat kejadian tersebut dari kejauhan,” ujar Sarifuddin, Tim Rescue Unit Siaga SAR Kabupaten Berau kepada detikKalimantan pada Selasa (17/6/2025).

