Pagelaran Sunda di Bontang Jadi Sarana Edukasi Budaya bagi Generasi Muda

selisik
2 Min Read

Bontang – Pagelaran Seni Budaya dan Kuliner Sunda yang digelar pada 21-23 November 2025 di Halaman Parkir Stadion Bessai Berinta menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda di Kota Bontang. Beragam seni tradisional seperti tari, karawitan, angklung, sastra, dan kriya ditampilkan kembali untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sunda kepada publik.

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, ini juga menjadi momentum memperkuat nilai toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat dari berbagai latar belakang suku.

BACA JUGA:  14 Pramuka Bontang Diberangkatkan ke Gorontalo, Ikuti Peran Saka Nasional 2025

“Kota Bontang ini terdiri dari banyak suku. Karena itu, kita harus tetap menjaga kebersamaan, kasih sayang, harmonisasi, dan toleransi demi Bontang yang maju dan damai,” ujarnya pada Sabtu malam (22/11/2025).

Neni Moerniaeni menilai seni wayang sebagai bagian penting dalam pendidikan nilai-nilai budaya.

“Seni budaya seperti wayang tidak hanya hiburan, tetapi juga pendidikan. Ini penting untuk memperkaya nilai-nilai kebangsaan, terutama bagi generasi muda,” katanya.

BACA JUGA:  50 Pemuda Bontang Dibekali Soft Skill untuk Tingkatkan IPP

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Doddy Rosdian, menyebut bahwa kegiatan ini menyasar generasi muda sekaligus memperkuat sinergi budaya dan ekonomi melalui kehadiran UMKM yang ikut meramaikan acara.

“Beragam seni ditampilan di sini. Keberadaan pelaku UMKM di sekitar area juga menambah sinergi budaya dan ekonomi,” sebutnya.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah pertunjukan Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca. Pertunjukan ini menjadi sarana penyampaian pesan moral dan kebijaksanaan melalui cara yang dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA:  Delapan Pemuda Bontang Diganjar Penghargaan di Momen Sumpah Pemuda 2025

Kehadiran Wayang Golek sebagai penutup acara menunjukkan bahwa seni tradisional tetap relevan bagi generasi masa kini ketika disajikan dalam ruang yang terbuka dan inklusif.

Share This Article