Muhammad Samsun Dorong Sektor Pertanian Kaltim Lebih Diperhatikan

selisik
2 Min Read

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Muhammad Samsun menyebut sektor pertanian di Kaltim masih sangat memprihatinkan. Hal ini dinilai dari bagaimana pemerintah memberikan dukungan terhadap permasalahan yang berkaitan dengan agraria dan lahan.

Menurut Samsun, di Kaltim masih banyak lahan-lahan pertanian yang justru beralih fungsi menjadi lahan tambang. Olehnya, dirinya mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap petani di Kaltim.

“Saya tidak melihat keseriusan pemerintah mendukung petani kita. Lihat saja masalah agraria dan lahan. Banyak sekali lahan tani dialihfungsikan menjadi lahan tambang. Lalu, di mana keberpihakan pemerintah terhadap petani kita?” ucapnya.

BACA JUGA:  Marthinus Beri Bantuan Kursi Roda untuk Warga Loa Duri Ulu

Selain itu, Samsun juga melihat dari alokasi anggaran pemerintah yang sangat minim untuk pengembangan pertanian. Pasalnya, dari total APBD Kaltim sebesar Rp15 triliun, yang disalurkan untuk Dinas Pertanian hanya sebesar Rp65 miliar.

“Kalau kita lihat dari dukungan APBD yang diberikan pemerintah untuk pengembangan pertanian ini sangat minim sekali. Padahal saya lihat banyak program yang harus dilakukan untuk mengembangkan pertanian di Kaltim,” jelasnya.

Menurutnya, ini menunjukkan tidak seriusnya pemerintah dalam memberikan dukungan pada para petani Kaltim. Sementara, lahan pertanian luas sekali dan berpotensi besar untuk dikembangkan.

BACA JUGA:  DPRD Kaltim Dukung Langkah Pemprov Ubah Tiga Perda

Apalagi dengan adanya Ibu Kota Negara yang menyebabkan kebutuhan pangan di Kaltim diperkirakan semakin meningkat setiap tahunnya. Sehingga, jika tidak ditopang dengan produksi pangan dalam daerah maka Kaltim akan bergantung terus dengan daerah lain.

“Swasembada kita sekarang hampir tidak ada. Bahkan, daging, beras maupun pangan lainnya masih harus didatangkan dari daerah lain. Ini mestinya menjadi peringatan untuk pemerintah agar mengembangkan produksi pertanian kita. Dengan adanya IKN, Kaltim harus lebih mandiri,” paparnya.

“Belum ada IKN saja, pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan 3,7 juta penduduk Kaltim. Apalagi nanti akan ada 200 ribu hingga 1 juta penduduk baru yang masuk ke Kaltim. Siapa lagi yang akan memenuhi itu,” sambungnya.

BACA JUGA:  Wakil Ketua DPRD Kaltim Sebut Pancasila sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Maka dari itu, Samsun meminta pemerintah untuk segera mencari solusi dan mengambil potensi besar yang dapat mengembangkan produksi pangan Kaltim.

“Petani kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya dukungan pemerintah. Pemerintah harus menunjukkan dukungan seriusnya dengan mengalokasikan anggaran buat pengembangan pertanian Kaltim,” pungkasnya. (mw/ADV/DPRD KALTIM)

TAGGED:
Share This Article