Bontang – Angka stunting di Kota Bontang diklaim mengalami penurunan menjadi 18,53 persen pada Oktober 2023. Sementara data stunting Kota Bontang per Desember 2022 lalu berada diangka 21 persen.
Meski mengalami penurunan namun hal ini masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Mengingat pada 2024 kasus stunting harus di presentase 14 persen. Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengatakan dalam penanganan stunting tentunya diperlukan kerjasama lintas OPD dan berbagai pihak lainnya.
Karena untuk melakukan penanganan diperlukan data konkret. Sehingga pencegahan dan penanganan bisa tepat sasaran.
“Penanganan bisa maksimal jika melalui aksi nyata sesuai data by name by addres. Agar pengawasan hingga pendampingan ibu hamil dan balita bisa tepat sasaran,” papar Najirah, Senin (16/10/2023).
Najirah optimis tahun depan angka stunting bisa ditekan sesuai target saat ini. Kata dia, saat ini wilayah di Bontang yang memiliki kasus stunting tertinggi berada di wilayah pesisir Bontang.
Faktor utamanya adalah terjadinya pernikahan dini dan minimnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh anak yang baik dan benar.
“Tetap optimis bisa capai target tahun depan,” tandasnya. (Adv)

