Berau – Sebuah kapal nelayan dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk di perairan lepas Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Minggu (26/10/2025) pagi.
Dari 14 nelayan yang berada di kapal, 8 berhasil diselamatkan, sementara 6 lainnya masih dalam pencarian.
“Dari 14 nelayan itu delapan selamat, jadi enam masih dalam pencarian sampai sekarang. Mudah-mudahan kita berdoa ini nanti kita bisa menemukan,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Trisna Rosano, Senin (27/10/2025).
Informasi awal diterima BPBD Kalimantan Timur sekitar pukul 03.30 Wita.
Kapal diduga dihantam gelombang tinggi saat melaut, hingga akhirnya tenggelam di kedalaman 50–60 meter.
Tim SAR gabungan, termasuk BPBD Kabupaten Berau, Basarnas, Polairud, dan para nelayan setempat langsung melakukan operasi pencarian.
“Kami dapat informasi jam 7 pagi, kemudian kami bersama BPBD Kabupaten Berau, Basarnas, Polairud, dan dibantu para nelayan telah berkoordinasi untuk melakukan pencarian,” kata Trisna melansir Kompas.com.
Menurut Trisna, enam nelayan yang hilang kemungkinan terjebak di dalam kapal atau tersangkut jaring saat kapal tenggelam.
Upaya pencarian korban terkendala angin kencang dan gelombang tinggi di lokasi kejadian. Tim SAR terus menyisir wilayah perairan sekitar untuk menemukan para korban.
BPBD Kaltim juga mengimbau nelayan di Berau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas melaut, mengingat kondisi cuaca yang tidak stabil di perairan setempat.
“Kami imbau nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas melaut sementara waktu,” ujar Trisna.

