Era Digital: Guru SD di Bontang Dibimbing Ciptakan Konten Edukatif

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Media Sosial dan Teknologi Interaktif bagi guru sekolah dasar sebagai upaya memperkuat kemampuan pendidik di era digital. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (7-8/11/2025), di Hotel Bintang Sintuk dan diikuti 50 guru dari sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, mengatakan pelatihan ini digelar untuk pemerataan peningkatan kompetensi guru di seluruh wilayah Bontang. Ia menekankan bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan tidak boleh hanya dirasakan sekolah tertentu.

BACA JUGA:  SMPN 4 Bontang Terima 179 Tablet Gratis, Dorong Kesiapan Siswa Hadapi TKA

“Intinya itu mutu layanan pendidikan di Kota Bontang yang perlu kita tingkatkan,” ujarnya.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Armela, guru SD Negeri 002 Bontang yang aktif dalam komunitas pengembang teknologi pendidikan dan memiliki keahlian di bidang teknologi pembelajaran.

Di sisi lain, Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha menyoroti pentingnya integrasi media sosial sebagai sarana pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Ia mendorong para guru menciptakan konten edukatif yang mampu membuat proses belajar lebih menarik dan relevan bagi siswa.

BACA JUGA:  SDN 001 Bontang Selatan Raih Juara II Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi

“Guru-guru harus memanfaatkan media sosial sebagai alternatif pembelajaran. Mereka perlu membuat konten yang edukatif agar pembelajaran lebih menarik,” jelasnya.

Ia juga berharap pelatihan ini menjadi momentum perubahan cara mengajar, bukan sekadar peningkatan kemampuan teknis. Menurutnya, pembelajaran harus mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.

“Saya mengharapkan Bapak Ibu bukan sekadar meningkatkan keterampilan, tetapi juga mengubah cara berpikir dan perilaku dalam mendidik. Jangan hanya mengajar untuk menghafal, tapi ajak anak-anak berpikir kritis dan kreatif,” tambahnya.

BACA JUGA:  Disdikbud Berikan Dukungan Penuh Pelajar Bontang di Perhelatan POPDA 2025

Abdu Safa menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung pada pembelajaran yang lebih merdeka dan bermakna. Ia berharap manfaat kegiatan ini dapat menguatkan praktik pembelajaran di sekolah.

Share This Article