Bontang – Seorang bocah bernama Abisar (11), warga RT 08, Kelurahan Loktuan, menjadi korban serangan buaya saat berenang bersama teman-temannya di kawasan rawa-rawa Selambai, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Hingga Minggu (1/3/2026), korban masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit PKT.
Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat korban berenang di kawasan rawa yang tidak jauh dari permukiman warga. Diduga, kondisi air laut yang tengah pasang membuat buaya lebih mudah mendekati area tersebut.
“Korban diserang saat sedang berenang. Ia mengalami luka di bagian leher dan kepala akibat gigitan, serta luka cakaran di bagian perut,” ujarnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban. Sementara itu, buaya yang diperkirakan berukuran sekitar 4,5 meter langsung menghilang setelah menyerang.
“Perkiraan panjangnya sekitar 4,5 meter. Setelah menyerang, buayanya kabur,” tambahnya.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKT untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, Abisar masih dirawat secara intensif.
“Korban dirawat di ruang ICU. Kondisinya masih kritis dan belum sadar hingga saat ini,” ungkap Aiptu Bambang.
Selain kondisi kesehatan korban yang memprihatinkan, terungkap pula persoalan administrasi kependudukan yang dihadapi Abisar. Saat pertama kali dibawa ke rumah sakit, korban diketahui belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan karena tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK).
Sejak kecil, Abisar tidak tinggal bersama orang tuanya. Setelah diasuh oleh neneknya dan sang nenek meninggal dunia, ia kerap berpindah-pindah tinggal di rumah kerabat.
“Identitas dan kartu keluarganya tidak ada, sehingga BPJS pun tidak punya. Bahkan ia tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” jelasnya.
Pihak keluarga sempat berupaya mengurus administrasi kependudukan dan BPJS, namun terkendala karena korban belum masuk dalam KK keluarga yang merawatnya.
Saat ini, Ketua RT setempat telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membantu proses pengurusan dokumen agar Abisar dapat dimasukkan ke dalam KK tantenya dan didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

