Sejak Pandemi Covid-19, Lowongan Kerja Minim

Seorang pencari kerja sedang melihat info lowongan di Dinas Tenaga Kerja. (Wawan/selisik.id)

SELISIK.ID, BONTANG – Sejak Pandemi covid -19 terjadi di Indonesia, semua terkena dampak dari virus berbahaya tersebut.

Salah satunya angka lowongan kerja yang dibuka setiap perusahaan maupun bidang usaha lainnya. Di Bontang, melalui Dinas Ketenagakerjaan terus menyampaikan lowongan kerja melalui papan pengumuman maupun situsnya.

Namun, sejak periode April hingga Mei 2020 ini angka penerimaan menurun. Terbaru hanya lima perusahaan yang membuka.

“Saat pandemi ini sepi. Proyek banyak tidak jalan. Makanya lowongan sepi,” kata Kasi Penempatan dan Bimbingan Jabatan Dinas Ketenagakerjaan Bontang Lili Wasmuji saat ditemui di ruangannya.

Lili menjelaskan, pada April lalu, hanya empat perusahaan yang melaporkan. Itu pun tidak banyak lowongan tersedia.
“Proyek CPO lalu, ada sekitar 60 orang.Selain itu ada  perbaikan pabrik yakni Turn Around (TA) saja,” jelasnya.

Untuk periode Mei ini baru satu perusahaan yang melaporkan untuk diumumkan sedang menerima pekerjaan. Tetapi yang dicari hanya 2 orang. Dengan pengalaman minimal 7 tahun bekerja.
“Ada teknik sipil, itupun harus berpengalaman,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, setiap lowongan pekerjaan yang dibuka oleh perusahaan, pihaknya langsung memasang di papan pengumuman kerja yang ada di kantornya tersebut. Selain itu, juga memasang info di http://lowongankerjabontang.blogspot.com. “Tim kami langsung umumkan. Bahkan di medsos juga disebarkan,” sebutnya.

Terkait dengan perusahaan yang tidak melaporkan dalam penerimaan pekerjaan, Disnaker langsung memberikan teguran. Bahkan sanksi keperusahaan tersebut.

“Yang dikhawatirkan ketika tidak melaporkan.Ada terjadi permasalahan antar karyawan kami bingung menyelesaikan karena tidak ada data,” terangnya.

Lilipun mengimbau kepada masyarakat dalam pengurusan Kartu Kuning di tengah pandemi ini, untuk memakai masker dan jaga jarak. “Demi kepentingan bersama.Kalau tidak pakai masker,kami tidak layani,”tutupnya. (maw/dik)