Buaya 2,5 Meter Dievakuasi dari Perumahan BSD Bontang

selisik
2 Min Read

Bontang – Seekor buaya sepanjang sekitar 2,5 meter dievakuasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang dari kawasan Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, Minggu (8/3/2026).

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan buaya tersebut sebelumnya sudah dijebak oleh warga yang merasa terganggu dengan kemunculan predator tersebut di sekitar permukiman.

Petugas kemudian datang ke lokasi untuk mengevakuasi buaya tersebut dan membawanya ke Markas Komando (Mako) Disdamkartan di Jalan Pierre Tendean.

BACA JUGA:  Sekuriti di Kukar Hilang Usai Diterkam Buaya saat Berenang

“Lokasinya di Perumahan BSD. Sebelumnya memang sudah dijebak warga, kami hanya membantu proses evakuasi,” ujar Amiluddin.

Meski mengapresiasi kepedulian warga, ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan penanganan sendiri karena sangat berisiko terhadap keselamatan.

“Lebih baik dilaporkan saja. Nanti tim kami yang melakukan penanganan,” katanya.

Menurutnya, menangkap buaya bukan pekerjaan mudah, apalagi jika hewan tersebut masih dalam kondisi sadar. Petugas harus bekerja ekstra karena buaya dapat menjadi sangat berbahaya saat mencoba melarikan diri.

BACA JUGA:  Bocah di Berau Hilang Diterkam Buaya 5 Meter saat Berenang di Tambak Omnya

“Kalau menangkap buaya itu butuh kerja ekstra, apalagi saat tidak dalam kondisi dibius,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amiluddin mengatakan pihaknya akan melakukan upaya evakuasi buaya secara lebih masif di wilayah pesisir. Langkah itu dilakukan sesuai arahan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Fokus penanganan akan diarahkan ke kawasan Loktuan yang beberapa waktu lalu menjadi lokasi insiden serangan buaya terhadap seorang anak berusia 11 tahun.

BACA JUGA:  Warga Muara Badak yang Diterkam Buaya di Tanjung Pimping Ditemukan Meninggal Dunia

Namun demikian, ia mengakui bahwa penanganan buaya di lapangan masih terkendala keterbatasan peralatan. Salah satu alat yang dibutuhkan adalah alat bius untuk memudahkan proses penangkapan.

“Peralatan kami masih terbatas. Kadang sulit menangkap karena berpotensi kabur dan berbahaya. Karena itu kami mengusulkan alat bius untuk penanganan,” pungkasnya.

TAGGED:
Share This Article