DBD di Bontang Capai 260 Kasus, Tiga Meninggal Dunia

Bontang – Dinas Kesehatan Bontang mencatat sepanjang Januari-Juni 2022, terdapat sebanyak 260 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari total tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia. Masing-masing merupakan warga Kelurahan Gunung Elai, Gunung Telihan dan Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinkes Bontang Asniwati mengatakan, Bontang merupakan kota dengan endemik demam berdarah.

Dari data penyebaran, kasus ini terjadi di seluruh kelurahan se-Bontang. Kasus tertinggi hingga per Juni kemarin terjadi di Kelurahan Berebas Tengah dengan 39 kasus.

Kemudian disusul wilayah Kelurahan Tanjung Laut dengan 34 kasus. Kelurahan Tanjung Laut Indah 29 kasus. Selanjutnya, Kelurahan Api-Api terdapat 27 kasus, Lok Tuan dan Telihan 24 kasus.

BACA JUGA:  Kaltim Zona Merah DBD, Isran Noor Minta Dinkes Segera Bertindak

“Upaya pencegahan harus pro aktif dilakukan masyarakat seperti gerakan 3 M (menutup, menguras dan mendaur ulang),” ujarnya.

Di wilayah lain, Belimbing dan Gunung Elai masing-masing 17 kasus. Bontang Baru 16, Satimpo 13, Berbas Pantai 9 kasus.

“Bontang Kuala dan Kanaan itu ada empat serta Guntung ada dua. Terakhir Bontang Lestari satu kasus,” terangnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat aktif mendeteksi dan mengobati sejak dini saat demam dengan gejala DBD.

Apabila mengalami gejala penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, mual, dan muncul ruam atau bintik merah dalam tubuh, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

BACA JUGA:  Kaltim Zona Merah DBD, Isran Noor Minta Dinkes Segera Bertindak

“Masyarakat juga harus rutin menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan pemantauan jentik. Jadi untuk pencegahan bukan hanya dengan fogging saja,” tutupnya.

%d blogger menyukai ini: