Bontang – Masyarakat Bontang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi udara yang terpantau disertai partikulat PM2.5 pada Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Bontang berada pada angka 72 pada pukul 14.00 WITA. Parameter dengan nilai tertinggi berasal dari partikulat PM2.5.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo menjelaskan, tingginya parameter PM2.5 menunjukkan adanya partikulat berupa debu maupun asap yang tercampur di udara.
“Arti PM2.5 itu udara Bontang bercampur debu atau asap. Jadi kami imbau untuk tetap waspada,” ujar Heru.
Menurut Heru, DLH masih melakukan identifikasi untuk mengetahui penyebab meningkatnya partikulat di udara Bontang. Kondisi tersebut masih berada pada kategori sedang, namun masyarakat diminta membatasi paparan udara luar.
“Sangat rentan jika menghirup dalam waktu lama di luar rumah. Ini kami rapat koordinasi juga. Karena kan baru terjadi di Bontang hari ini (kemarin),” tuturnya.
Imbauan serupa disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni setelah mendapat laporan warga mengenai kondisi udara berasap di sejumlah wilayah. Warga juga mengeluhkan mata perih dan bau asap saat berada di luar rumah.
Neni meminta masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara diselimuti asap.
“Gunakan masker. Tutup pintu dan jendela rumah. Tidak keluar rumah ketika ada kabut asap,” kata Neni.
Selain membatasi aktivitas di luar rumah, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih.
“Perbanyak minum air putih,” lanjutnya.
Sebelumnya, kondisi udara Bontang pada Rabu siang dilaporkan warga terlihat seperti mendung dan disertai bau asap. Sejumlah warga juga mengaku merasakan perih pada mata ketika berada di luar rumah.
Neni mengaku kondisi udara berasap juga dirasakannya saat berada di Samarinda.
“Bunda juga di Samarinda sama kondisi berasap dan perih juga,” pungkasnya.

