Bayi Ditukar Bantal di Bontang Ternyata Rekayasa, Pasutri Akui Tak Pernah Hamil

selisik
2 Min Read

Bontang – Polres Bontang mengungkap rekayasa cerita dugaan jasad bayi yang disebut ditukar dengan bantal atau guling di salah satu rumah sakit di Bontang. Pasangan suami istri (pasutri) warga Kelurahan Loktuan yang dikaitkan dengan kabar tersebut mengakui bahwa kehamilan yang mereka ceritakan tidak pernah terjadi.

Kasus ini terungkap setelah informasi dugaan penukaran jasad bayi ramai beredar di media sosial pada Rabu (28/10/2026).

Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Putu Ari Sanjaya melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) IPDA Putra Ginting mengatakan, perempuan yang bersangkutan mengakui cerita tersebut merupakan rekayasa.

BACA JUGA:  Viral Pendeta Hindu India Serukan Serang Mekkah dan Rebut Ka'bah

“Iya, itu direkayasa dan diakui yang bersangkutan. Yang bersangkutan mengaku hamil, faktanya tidak ada kehamilan. Jadi, jasad yang dimakamkan kemarin itu memang buatan saja,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, polisi juga melakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit yang disebut dalam kabar yang beredar.

Berdasarkan catatan medis, perempuan tersebut hanya tercatat satu kali mengunjungi rumah sakit pada Senin (26/10/2026) untuk berkonsultasi mengenai keterlambatan menstruasi. Tidak ditemukan catatan bahwa yang bersangkutan menjalani persalinan di rumah sakit tersebut.

BACA JUGA:  Tak Punya Uang Buat Mahar, Pria di Samarinda Pura-pura Jadi Korban Begal

Dalam pengungkapan kasus ini, pasutri mengaku merekayasa cerita karena takut menjadi bahan perbincangan lantaran belum memiliki anak. Selain itu, orang tua mereka disebut telah lama menantikan kehadiran cucu.

Kabar dugaan jasad bayi yang ditukar dengan bantal atau guling itu sebelumnya ramai beredar setelah diunggah sebuah akun Facebook. Informasi tersebut kemudian ditelusuri polisi untuk memastikan kebenarannya.

BACA JUGA:  Pelaku Pembuang Bayi di Sangatta Utara Ditangkap

Sebagai tindak lanjut, polisi berencana mempertemukan perempuan yang bersangkutan dengan pihak rumah sakit guna mengklarifikasi persoalan tersebut.

“Yang bersangkutan akan dipertemukan dengan pihak rumah sakit untuk mengklarifikasi terkait hal tersebut,” pungkas IPDA Putra Ginting.

Share This Article