Bontang – Satgas pencegahan stunting melakukan audit ke Kelurahan Berbas Pantai, Rabu (14/9/2022). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Najirah beserta rombongan tim.
Salah satu tanggung jawab juga berada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB). Tugas dan fungsi mencegah tingginya angka stunting baru di Kota Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah berharap, tim Satgas bisa serius melakukan update dan peninjauan lokasi yang masih banyak anak stunting.
Utamanya dari segi pencegahan dini. Seperti pengetahuan pada saat anak masih berada di dalam kandungan orang tua. Serta pentingnya menghindari ancaman stunting.
Wilayah konsen pemantauan pencegahan stunting saat ini di antaranya, Kelurahan Lok Tuan, Berbas Pantai, Berbas Tengah, Gunung Elai, dan Api-Api.
“Saya berharap tim bisa bekerja maksimal. Karena stunting bisa menghambat pertumbuhan anak. Jadi, pencegahan harus maksimal,” kata Najirah, Rabu (14/9/2022).
Di tempat yang sama Kepala DPPKB Bontang Bahauddin memastikan, penurunan angka stunting bisa tercapai. Apalagi, giat tim Satgas yang bekerja ekstra melakukan pengawasan.
Mulai dari konseling saat ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi, dan memberikan rincian nutrisi yang cukup.
“Langkah itu upaya dalan mencegah angka stunting meningkat,” kata Bahauddin.
Saat ini konsentrasi penurunan hingga 2024 harus berada di 14 Persen. Dengan begitu, Kota Bontang bisa sedikit demi sedikit mencegah tingginya angka stunting.
“Kalau saat ini kita masih berada diangka 20 persen. Jadi banyak tugas yang harus diselesaikan. Kami optimis bisa jangkau angka 14 persen di 2024 mendatang,” pungkasnya.

